Fajarasia.id – Presiden RI Prabowo Subianto tidak hadir dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 tahun Masehi Nahdlatul Ulama (NU) di Istora Senayan, Jakarta. Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menjelaskan, ketidakhadiran Prabowo disebabkan adanya tugas negara yang harus dijalankan.
“Sejak kemarin sudah dipersiapkan teknis kehadiran beliau. Namun pada saat terakhir, beliau berhalangan karena ada tugas lain, termasuk menerima tamu-tamu negara,” ujar Gus Yahya.
Meski Prabowo berhalangan, Gus Yahya bersyukur Ketua MPR RI Ahmad Muzani dapat hadir dalam acara tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, tidak bisa hadir karena kendala kesehatan. Khutbah Rais Aam pun diwakili oleh Rais Syuriyah sekaligus Menteri Agama, Nasaruddin Umar.
Selain itu, beberapa menteri seperti Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) juga tidak tampak hadir karena kesibukan lain. Gus Yahya menegaskan, absennya sejumlah tokoh tidak mengurangi semangat peringatan harlah NU yang tetap berjalan khidmat.
“Yang jelas, setelah ini seluruh proses organisasi PBNU akan terus dijalankan sesuai amanah Muktamar Lampung 2021,” tegasnya.
Peringatan satu abad NU ini menjadi momentum penting bagi warga NU untuk melanjutkan pengabdian di abad kedua, dengan semangat menjaga tradisi, memperkuat organisasi, dan berkontribusi bagi bangsa.




