Fajarasia.id – Presiden Prabowo Subianto memaparkan asumsi makro dalam pidato penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2027 di Sidang Paripurna DPR, Rabu (20/5/2026).
Dalam cetak biru RAPBN 2027, Prabowo menargetkan nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp16.800–Rp17.500 per dolar AS. “Strategi fiskal dan moneter harus mampu menjaga nilai tukar kita tetap stabil terhadap mata uang dunia,” tegasnya.
Selain asumsi nilai tukar, pemerintah juga menetapkan proyeksi inflasi 1,5%–3,5%, pertumbuhan ekonomi 5,8%–6,5%, suku bunga SBN 10 tahun 6,5%–7,3%, lifting minyak 602 ribu–615 ribu barel per hari, gas 934 ribu–977 ribu barel setara minyak per hari, serta harga minyak (ICP) US$70–95 per barel.
Cetak biru ini menjadi dasar penyusunan RAPBN 2027 yang diharapkan mampu menjaga stabilitas fiskal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.***




