Fajarasia.id — Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyampaikan optimisme baru terkait prospek perdamaian di Timur Tengah. Dalam pidatonya di hadapan Majelis Rendah Parlemen Inggris, ia menyebut bahwa untuk pertama kalinya sejak Perjanjian Oslo pada 1990-an, solusi dua negara memiliki peluang nyata untuk diwujudkan.
Starmer menegaskan bahwa Inggris siap memainkan peran aktif dalam mendukung proses perdamaian tersebut. Ia menyebutkan tiga bidang utama di mana Inggris akan berkontribusi: membantu rekonstruksi wilayah Gaza, mendukung pengaturan transisi politik, serta memastikan keamanan dalam pelaksanaan gencatan senjata.
“Ini adalah momen penting. Solusi dua negara—Israel yang aman dan Palestina yang berdaulat—adalah satu-satunya jalan menuju perdamaian yang berkelanjutan di kawasan ini. Kami berkomitmen penuh untuk mendukungnya,” ujar Starmer.
Ia juga menyoroti perkembangan positif dalam bantuan kemanusiaan, termasuk berakhirnya serangan udara di Gaza dan mulai masuknya bantuan darurat, yang menurutnya merupakan hasil dari inisiatif perdamaian yang dipimpin oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
“Kita berada di titik balik sejarah. Ada peluang untuk mengakhiri babak kelam ini,” kata Starmer, seraya menekankan bahwa distribusi bantuan harus dipercepat.
Ia mendesak agar seluruh hambatan terhadap pengiriman bantuan segera dihapus, mengingat kebutuhan mendesak akan makanan, air bersih, layanan kesehatan, dan tempat tinggal di Gaza.
Starmer juga menyinggung penandatanganan kesepakatan perdamaian yang dilakukan sehari sebelumnya sebagai langkah bersejarah. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan inisiatif ini bergantung pada pelaksanaan nyata di lapangan.
“Yang paling penting sekarang adalah memastikan bahwa bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan, secepat mungkin,” tutupnya.****




