Fajarasia.id – Cuplikan wawancara Presiden Prabowo Subianto dengan jurnalis senior Najwa Shihab tengah ramai diperbincangkan publik. Dalam video yang viral itu, Presiden menyoroti aksi-aksi anarkis yang mengarah pada makar, termasuk pembakaran fasilitas negara seperti Gedung DPR RI dan Kantor Gubernur, tanpa adanya kecaman dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Sejumlah warganet kemudian menelusuri kebenaran pernyataan tersebut. Salah satunya akun Threads @minusijazah yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk memeriksa rekam jejak peristiwa kerusuhan Agustus 2025. Hasilnya, tidak ditemukan data kredibel yang menunjukkan adanya kecaman resmi dari LSM terkait pembakaran fasilitas negara.
“Secara official tidak ada satu pun (LSM) yang mengecam pembakaran fasilitas-fasilitas negara,” tulis akun tersebut, seraya mengkritik warganet yang menilai Presiden berbicara tanpa dasar.
Pernyataan ini kembali menguatkan diskusi publik mengenai sikap organisasi masyarakat sipil dalam merespons aksi-aksi yang berpotensi mengancam demokrasi. Presiden Prabowo sendiri sebelumnya menegaskan bahwa tindakan pembakaran fasilitas negara merupakan indikasi makar yang tidak bisa ditoleransi.****




