Penembakan di AS, Israel Nyatakan Solidaritas untuk Trump

Penembakan di AS, Israel Nyatakan Solidaritas untuk Trump

Fajarasia.id – Insiden penembakan di acara White House Correspondents’ Dinner di Washington DC, Sabtu (25/4/2026), membuat Presiden Amerika Serikat Donald Trump harus segera dievakuasi oleh Secret Service. Peristiwa ini memicu respons cepat dari berbagai negara, termasuk Israel yang langsung menyatakan dukungan penuh.

Melansir Al Jazeera, seorang pria bersenjata berhasil menerobos pos pemeriksaan di luar ballroom sebelum akhirnya dilumpuhkan aparat keamanan. CBS News melaporkan, pelaku sempat menyebut dirinya menargetkan pejabat pemerintahan Trump.

Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa’ar, menegaskan bahwa negaranya berdiri bersama Amerika Serikat. “Israel berdiri bahu-membahu dengan Amerika Serikat dan Trump. Nol toleransi untuk kekerasan politik,” ujarnya.

Presiden Israel, Isaac Herzog, juga menyampaikan doa dan keprihatinan atas insiden tersebut. “Dari Tanah Suci, kami berdoa untuk keselamatan dan keamanan Amerika Serikat serta para pemimpinnya,” katanya.

Selain Israel, sejumlah pemimpin dunia turut mengecam aksi penembakan ini. Perdana Menteri Australia Antony Albanese, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum, hingga Perdana Menteri India Narendra Modi menegaskan bahwa kekerasan politik tidak memiliki tempat dalam demokrasi.

Di dalam negeri AS, Ketua DPR Mike Johnson dan pemimpin Demokrat Hakeem Jeffries sama-sama menyerukan diakhirinya kekerasan. Wali Kota Washington DC, Muriel Bowser, mengapresiasi respons cepat aparat keamanan yang berhasil memastikan keselamatan seluruh tamu.

Hingga kini, seluruh peserta acara dilaporkan selamat, sementara pelaku berusia 31 tahun asal California telah ditangkap. Aparat keamanan masih melakukan evaluasi menyeluruh atas insiden yang mengguncang panggung politik Amerika tersebut.****

Pos terkait