Rusia Tuduh Barat di Balik Serangan Mali

Rusia Tuduh Barat di Balik Serangan Mali

Fajarasia.id – Kementerian Luar Negeri Rusia melayangkan peringatan keras terkait dugaan keterlibatan negara-negara Barat dalam serangan teroris besar yang mengguncang Mali. Serangan tersebut menargetkan Bandara Internasional Modibo Keita di Bamako dan pangkalan militer di Kati pada Sabtu (25/4/2026), melibatkan sekitar 250 militan dari kelompok JNIM dan Azawad Liberation Front (FLA).

Meski berhasil dipukul mundur oleh pasukan Mali, insiden itu menimbulkan korban luka dan ancaman serius terhadap stabilitas kawasan. Rusia menyebut serangan ini berpotensi menimbulkan konsekuensi negatif bagi seluruh wilayah Afrika Barat.

Dalam pernyataan resmi, Moskow menuding adanya campur tangan asing dalam pelatihan para pemberontak. Unit Africa Corps Rusia yang turut membantu operasi di Mali mengklaim menemukan bukti penggunaan tentara bayaran Ukraina dan Eropa dengan senjata buatan Barat.

“Serangan ini menunjukkan adanya dukungan eksternal. Data awal mengindikasikan keterlibatan dinas keamanan Barat,” tulis Kementerian Luar Negeri Rusia melalui Telegram.

Dugaan ini sejalan dengan pernyataan Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov yang sebelumnya menuding Prancis mencoba menggoyang pemerintahan Mali dengan memanfaatkan kelompok teroris. Prancis sendiri telah mengakhiri misi militernya di Mali sejak 2022 setelah dituduh mendukung kelompok pemberontak, tuduhan yang berulang kali dibantah oleh Paris.

Dengan eskalasi terbaru ini, Rusia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung Mali melalui kerja sama militer dan diplomasi, sembari memperingatkan bahwa konflik di kawasan Sahara-Sahel berpotensi meluas jika tidak segera ditangani.****

Pos terkait