Fajarasia.id – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menghentikan pencarian kepada dua jiwa yang dinyatakan hilang akibat banjir bandang dan longsor. Hal tersebut telah mendapat persetujuan dari pihak keluarga korban.
Bupati Tapanuli Utara, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat mengatakan secara khusus untuk upaya kemanusiaan sudah selesai. Pihaknya sudah menolong semua korban, kecuali ada dua korban hilang yang belum ditemukan.
“Pihak keluarga juga sudah merestui. Kita sudah sepakat juga tidak melakukan pencarian lagi,” ujarnya di Desa Dolok Nauli,Minggu (14/12/2025).
Jonius juga mengaku sudah memberikan sumbangsi, uang duka dan sudah melakukan doa bersama. “Kami sudah berusaha semaksimal mungkin dalam proses pemulihan bidang kemanusiaan dan saat ini kita fokus mempersiapkan rumah para Korban terdampak,” kata dia.
Kabid Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Sumatera Utara, Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan berdasarkan data per hari ini. Untuk Kabupaten Tapanuli Utara sebanyak 36 korban jiwa dan dua hilang.
Sri membeberkan jumlah korban meninggal dunia untuk seluruh wilayah di Sumatera Utara akibat banjir bandang dan longsor mencapai 348 jiwa dan hilang 91 jiwa. Data korban banjir-longsor ini masih fluktuatif dan terus berubah menyesuaikan penemuan korban hingga validasi data.
Dia menekankan korban jiwa diperkirakan terus bertambah dengan masih banyaknya yang belum ditemukan. Jumlah korban meninggal dunia paling banyak saat ini di Kabupaten Tapanuli Tengah, yakni 116 jiwa dan hilang 63 jiwa
“Di urutan kedua, ada Kabupaten Tapanuli Selatan meninggal 86 orang dan hilang 30 orang. Dilaporkan juga terdapat 694 orang yang terluka per hari ini,” kata Sri.
Kenudian, lanjutnya, jumlah terdampak akibat banjir dan longsor di Sumatera Utara mencapai 1.758.283 jiwa. Sedangkan jumlah pengungsi tinggal 54.638 jiwa.****




