Fajarasia.id – Pemerintah terus meningkatkan kualitas dan kuantitas penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi UMKM. Hal tersebut disampaikan Deputi Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik.
Sebanyak 60 persen dari penyaluran KUR diharapkan dialokasikan untuk sektor produktif seperti pertanian, perikanan, peternakan, dan perkebunan. “Hal ini penting untuk memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Riza saat rapat kerja bersama komisi VII Rabu (5/2/2025).
Ia menjelaskan terkait penghapusan piutang macet, tahap pertama ditargetkan menyasar 67 ribu UMKM. Menurutnya, proses ini telah berjalan sejak Desember 2024 dan akan berlanjut hingga Maret 2025.
Selain penghapusan utang, pemerintah juga fokus mendorong UMKM masuk dalam ekosistem Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini memastikan UMKM mendapat akses pembiayaan untuk mendukung keberlanjutan usaha mereka.
Menurutnya, untuk meningkatkan efektivitas program, Kementerian UMKM terus berkoordinasi dengan Himbara dan bank daerah. “Kami memastikan skema pembiayaan yang lebih berkualitas dan tepat sasaran,” katanya.
Untuk itu, tiga prioritas tahun ini mencakup penghapusan piutang, integrasi UMKM ke MBG, dan peningkatan penyaluran KUR. Dengan langkah ini, pemerintah berharap UMKM dapat berkembang lebih kuat dan mandiri. ***




