Pembukaan Perbatasan Venezuela-Kolombia Dongkrak Kerja Sama Perdagangan

Pembukaan Perbatasan Venezuela-Kolombia Dongkrak Kerja Sama Perdagangan

Fajarasia.id – Venezuela dan Kolombia secara resmi membuka kembali wilayah perbatasan melalui jembatan lintas batas Tienditas, Kolombia, Minggu, 1 Januari 2023 lalu. Pembukaan perbatasan yang sempat ditutup selama tujuh tahun itu merupakan kesepakatan pemerintah kedua negara.

Duta Besar Venezuela untuk Indonesia, Radames Gomez mengatakan, dibukanya kembali perbatasan tersebut memberikan dampak positif menuju pemulihan penuh di semua tingkatan. Termasuk normalisasi wilayah perbatasan, yang memungkinkan warga dari kedua negara untuk saling kunjung.

“Presiden Nicolas Maduro dan Presiden Kolombia Gustavo Petro, membuat keputusan untuk memulihkan hubungan diplomatik sepenuhnya antara kedua negara. Pembukaan perlintasan ini merupakan langkah pertama menuju normalisasi perbatasan,” kata Gomez ketika dihubungi RRI, melalui saluran telepon, Rabu (4/1/2023).

Menurut dia, warga Venezuela memiliki banyak kegiatan untuk dikembangkan di wilayah Kolombia, begitu pula sebaliknya. Secara khusus, pembukaan perbatasan juga menjadikan wilayah tersebut terintegrasi, di mana kemajuan antar kedua negara akan dicapai dengan perlintasan di wilayah perbatasan.

“Pembukaan perlintasan perbatasan juga merupakan pencapaian besar dalam mendukung integrasi kemajuan antara kedua negara bersaudara. Itu juga merupakan tanda komitmen dan kerja sama antara Venezuela dan Kolombia,” kata Gomez.

Aktivitas keluar-masuk komoditas ekspor kedua negara melalui jembatan lintas batas Tienditas, ditargetkan akan mendukung pencapaian volume perdagangan sebesar 3 miliar dolar AS pada 2023.

“Kawasan perbatasan ini secara tradisional memiliki aktivitas komersial yang sangat intensif. Sejak menjalin hubungan diplomatik antara kedua negara, kami telah mengambil langkah-langkah penting dan selama periode sejak September-Desember 2022,” ungkap Gomez.

Pihaknya memperkirakan lebih dari 600 juta dolar AS akan ditambahkan ke neraca perdagangan antara kedua negara. “Daerah ini memiliki potensi penting yang sangat besar dan bisa mencapai sekitar 3 miliar dolar AS pada 2023, menurut beberapa sumber,” imbuhnya.

Gomez menilai wilayah perbatasan yang kembali dibuka juga merupakan bagian sejarah bagi rakyat Venezuela dan Kolombia. Menurutnya, rakyat kedua negara sejak lama memiliki berbagai unsur sejarah yang menyatukan.

“Kedua negara berbagi perbatasan darat yang sangat panjang, yakni lebih dari 2.000 kilometer. Jadi, kami memiliki banyak unsur sejarah selain pertimbangan komersial sebagai bangsa. Di Venezuela, kami memiliki enam juta warga Kolombia,” terang Gomez.

“Di Kolombia juga ada sejumlah besar warga Venezuela. Sehingga, bagi masyarakat sendiri di kawasan perbatasan ini, hal ini akan turut memperkuat interaksi, kerjasama, dan berbagai aktivitas sehari-hari,” ucapnya.

Upaya Venezuela dan Kolombia untuk memperbaiki hubungan diplomatik, juga akan diikuti dengan rencana dibukanya kembali penerbangan antara ibu kota Caracas dan Bogota pada November mendatang. Negara-negara Amerika Selatan telah membuka kembali penyeberangan perbatasan mereka September lalu di Negara Bagian Tachira, di Venezuela Barat, setelah hubungan politik diperkuat di bawah Presiden baru Kolombia, Gustavo Petro.****

Pos terkait