PDIP Sikapi Penunjukan Luke Thomas di PT DSI: Pemerintah Sangat Hati-hati

PDIP Sikapi Penunjukan Luke Thomas di PT DSI: Pemerintah Sangat Hati-hati

Fajarasia.id – Kapoksi PDIP Komisi VI DPR RI, Mufti Anam, mengaku terkejut terkait rencana PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) bakal dipimpin oleh Luke Thomas Mahony. Ia menyoroti Luke yang merupakan warga negara asing (WNA).

“Kami jujur cukup terkejut ketika mendengar bahwa PT Daya Anagata Sumber Daya Indonesia (DSI), yang nantinya memegang peran sangat strategis dalam tata kelola ekspor sumber daya alam Indonesia, justru akan dipimpin oleh warga negara asing,” kata Mufti kepada wartawan, Jumat (22/5/2026).

Mufti mengatakan posisi PT DSI sangat strategis, yakni mengelola ekspor sumber daya alam termasuk devisa negara, harga komoditas hingga industri nasional. Ia mengatakan PT DSI ini akan membentuk kepercayaan dunia usaha terhadap arah ekonomi Indonesia ke depan.

“Tetapi di sisi lain, kami juga mencoba melihat langkah pemerintah ini secara objektif dan positive thinking. Apalagi Presiden sebelumnya sudah menyampaikan kekhawatiran soal praktik underinvoicing ekspor sumber daya alam yang selama ini diduga membuat negara kehilangan potensi penerimaan yang sangat besar,” ucap Mufti.

Ia menilai Presiden Prabowo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas SDA karena permasalahan di lapangan sudah terlalu serius. Ia menyampaikan keputusan pemerintah menunjuk Luke Thomas sebagai langkah yang penuh perhitungan.

“Kita pernah punya pengalaman pahit di masa lalu. Pemerintah pernah terlalu percaya kepada sistem dan orang-orang tertentu, tetapi akhirnya yang terjadi justru kebocoran, rente, dan kerugian negara dalam jumlah besar,” ujar Mufti.

“Jadi mungkin pemerintah hari ini mengambil langkah yang sangat hati-hati dengan menghadirkan figur profesional asing yang dianggap punya rekam jejak, integritas, dan pengalaman yang komprehensif,” katanya.

Mufti ingin tujuan tata kelola satu pintu terkait ekspor tersebut bisa memberantas praktik ilegal. Menurut Mufti, hal yang paling utama adalah keberpihakan terhadap kepentingan nasional.

“Tetapi jangan sampai ini menjadi preseden bahwa sektor-sektor paling strategis bangsa justru terus-menerus bergantung kepada orang asing. Karena sebaik apa pun profesional asing, tentu yang paling memahami kepentingan jangka panjang bangsa ini haruslah anak bangsa sendiri,” ungkapnya.

Sebelumnya, Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani mengungkap bahwa PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan dipimpin Luke Thomas Mahony. Pihaknya akan melakukan pertemuan untuk mematangkan struktur PT DSI.

“Untuk saat ini, Luke Thomas. Ada Thomas,” kata Rosan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Rosan mengatakan pihaknya akan menggelar pertemuan terlebih dahulu untuk meminta masukan dari berbagai pihak, termasuk para asosiasi hingga kepala kamar dagang. Pihaknya juga akan melakukan sosialisasi.

“Nanti kan kita, ini dulu. Tadi meeting. Nanti kita mau ini dulu, mendengarkan masukan. Nanti sore juga dari semua asosiasi, para Kadin, Apindo, asosiasi sawit APBI, batubara, semua kita juga sekaligus sosialisasi. Jadi kita pun nanti jam 4,” ujarnya.

Rosan tak menjelaskan, rinci alasan penunjukan Luke Thomas Mahony menjelaskan sebagai direktur utama PT DSI. Ia akan membeberkan seluruh tim lengkap yang akan mengisi PT DSI.

“Ya ini kan kita lagi dalam tahap untuk menguatkan tim. Nanti kita akan, nanti akan kita tampilkan full-nya tim. Bisa dilihat track record-nya apa, kemampuannya jelas gitu. Seperti kita bangun Danantara dulu,” ujarnya.***

Pos terkait