Fajarasia.id – Paus Leo XIV menegaskan pentingnya mendengarkan suara para korban pelecehan seksual dalam Gereja Katolik. Pesan itu disampaikan dalam pidato penutup konsistori tertutup selama dua hari yang dihadiri sekitar 170 kardinal dari seluruh dunia, Minggu (11/1/2026).
Paus Leo menyebut pelecehan terhadap anak-anak maupun orang dewasa yang rentan masih menjadi “luka mendalam” dalam kehidupan Gereja.
“Mendengarkan sangat penting. Kita tidak bisa menutup mata kita, atau hati kita,” ujar Paus Leo berdasarkan transkrip resmi Vatikan.
Meski isu pelecehan bukan agenda utama konsistori, Paus Leo sengaja mengangkatnya sebagai pesan penutup. Ia menekankan bahwa penderitaan korban sering kali semakin berat karena tidak diterima atau didengarkan oleh para pemimpin Gereja.
“Pelecehan itu sendiri menyebabkan luka seumur hidup. Tetapi skandal terjadi karena pintu ditutup dan korban tidak diterima,” tegasnya.
Paus Leo bahkan mengungkapkan kisah seorang korban yang merasa paling sakit hati karena tidak ada uskup yang bersedia mendengarkannya.
Pertemuan ini menjadi konsistori pertama sejak Paus Leo naik takhta pada Mei 2025, menggantikan Paus Fransiskus yang wafat. Para kardinal membahas arah masa depan Gereja, sementara Paus Leo menekankan perlunya empati dan keterbukaan terhadap korban pelecehan.
Vatikan menyebut Paus Leo telah mengundang para kardinal untuk kembali berkumpul pada akhir Juni mendatang. Pertemuan itu direncanakan menjadi agenda tahunan guna memperkuat arah kebijakan Gereja.




