Fajarasia.id – Pemerintah Pakistan menyatakan kesiapannya untuk terus menjadi mediator dalam memfasilitasi dialog antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Hal ini ditegaskan meskipun putaran perundingan panjang yang digelar di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan resmi.
Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, menekankan bahwa pihaknya tetap berkomitmen menjaga ruang diplomasi bagi kedua negara guna mencapai stabilitas di kawasan.
Pernyataan ini menyusul berakhirnya rangkaian pertemuan yang melibatkan delegasi tingkat tinggi dari kedua belah pihak.
“Pakistan telah dan akan terus memainkan perannya untuk memfasilitasi keterlibatan dan dialog antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat di hari-hari mendatang,” ujar Ishaq Dar dalam keterangan resminya, Minggu (12/4/2026).
Ishaq Dar juga mengingatkan pentingnya kedua belah pihak untuk tetap mematuhi komitmen gencatan senjata yang sebelumnya telah diumumkan.
Pakistan berharap proses komunikasi tetap berjalan demi mewujudkan perdamaian berkelanjutan dan kemakmuran kawasan.
Perundingan di Islamabad ini merupakan tindak lanjut dari pengumuman kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan oleh Presiden AS Donald Trump pada Rabu (8/4).
Namun, Wakil Presiden AS J.D. Vance selaku negosiator utama menyatakan bahwa pembicaraan tersebut belum membuahkan hasil konkret.
“Delegasi AS akan kembali ke negaranya tanpa membawa hasil kesepakatan,” ungkap J.D. Vance pada Minggu (12/4).
Meskipun delegasi AS telah bersiap meninggalkan lokasi, Pakistan sebagai tuan rumah tetap optimis bahwa upaya mediasi ini merupakan langkah krusial dalam meredam ketegangan antara Washington dan Teheran di tengah dinamika geopolitik yang memanas. (*)





