Pakar : Literasi Bencana Dianggap Masih Rendah di Lapisan Masyarakat

Pakar : Literasi Bencana Dianggap Masih Rendah di Lapisan Masyarakat

Fajarasia.id – Tingkat literasi kebencanaan di Indonesia saat ini dinilai masih rendah. Hal ini disampaikan Pakar Kebencanaan sekaligus Ketua Puslitbang Studi Kebencanaan Universitas Hasanudin, Makasar, Adi Maulana.

Padahal, kata dia, salah satu hal yang paling penting dalam menghadapi bencana di suatu wilayah adalah mengenai literasi kebencanaan. “Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat literasi yang masih rendah,” katanya Rabu (4/1/2023).

Sehingga, menurut Adi, informasi yang disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) seharusnya bisa diterima. Terutam dicerna kemudian diimplementasikan oleh masyarakat.

“Karena ketika literasi rendah maka masyarakat tidak mengetahui apa itu mitigasi. Juga bagaimana pencegahan, dan kesiapsiagaan,” katanya.

Untuk itu, ia mengatakan dalam menghadapi bencana yang baik harus menggunakan konsep manajemen. Hal ini terdiri dari manajemen sebelum bencana, (prabencana), fase kedaruratan (tanggap darurat), dan manajemen pemulihan.

“Padahal dalam mengelola bencana diperlukan manajemen, bagaimana hal ini bisa terimplementasikan dengan baik. Apalagi kalau literasi bencana di lapisan masyarakat itu masih rendah,” ujarnya.

Bahkan, Adi juga mengatakan pemikiran sebagian masyarakat masih menganggp bencana itu merupakan kutukan. Menurutnya, pemikiran itu yang harus diubah oleh masyarakat.****

Pos terkait