Fajarasia.id – Nelayan Tanjungbalai, Sumatra Utara menyalurkan aspirasi terkait rencana dikeluarkannya Peraturan Menteri Kelautan RI terkait lokasi bongkar muat ikan. Rencana peraturan itu terkait, jika lokasi bongkar muat ikan harus dilakukan di daerah tempat pengusaha atau kapal menangkap ikan.
Aspirasi yang juga disampaikan Asosiasi Pengusaha Indonesia Tanjungbalai ini ditujukan ke Tokoh Masyarakat Sumut Parlindungan Purba. “Peraturan itu kan tidak mungkin bisa berlaku kepada pengusaha dan nelayan Tanjungbalai,” kata pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia Tanjungbalai Musa Setiawan, Selasa (27/12/2022) di pelabuhan ikan Teluk Nibung Tanjungbalai.
“Kalau peraturan Menteri Kelautan RI ini diberlakukan, jelas para pengusaha, nelayan dan pekerja di Tanjungbalai akan mati. Karena tidak ada lagi kegiatan bongkar muat di gudang ikan Tanjungbalai,” ujar Musa.
Untuk itu, Musa meminta peraturan itu ditinjau dan jangan dikeluarkan. “Alhamdulillah berkat jasa pak Parlindungan Purba, hingga kini peraturan tersebut belum dikeluarkan,” ujar Musa dan menambahkan bahwa Parlindungan Purba membawa pihaknya bertemu dengan Menteri Perikanan, Menteri Maritim dan Investasi dan Dirjen Kelautan.
Ditambahkan, setelah pertemuan itu hingga kini kapal-kapal ikan asal Tanjungbalai tetap beraktivitas. Yakni mendaratkan atau membongkar ikan hasil tangkapannya di Teluk Nibung Tanjungbalai.
“Kalau tetap dikeluarkan (peraturan, red), maka 10 ribu KK nelayan, pekerja bongkar muat akan terancam hidupnya. Terima kasih merespon dan mendukung perjuangan aspirasi Asosiasi Pengusaha Indonesia dan nelayan Tanjungbalai,” ucap Musa.
Parlindungan Purba menyebut, aspirasi itu diterimanya beberapa bulan lalu. Karena menyangkut kelangsungan hidup masyarakat banyak, maka dirinya langsung mempelajari dan berupaya mencarikan solusi.
“Kita ketahui mata pencarian sebahagian masyarakat Tanjungbalai adalah nelayan. Saya tegaskan agar peraturan tersebut dikaji ulang karena sangat berdampak negatif kepada puluhan ribu nelayan dan pemilik kapal,” ujar Parlindungan Purba.
Parlindungan Purba menegaskan, tetap konsentrasi menyerap dan membantu aspirasi rakyat demi peningkatan perekonomian dan kesejahteraan rakyat. “Nilai kemanusian telah tertanam, dan saya syukuri karena Tuhan memakai saya untuk menjadi berkat untuk orang banyak,” ucap Parlindungan Purba.****





