Mentrans: Desa Ponggok Jadi Contoh Transmigrasi Berbasis Potensi

Mentrans: Desa Ponggok Jadi Contoh Transmigrasi Berbasis Potensi

Fajarasia.id – Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menilai Desa Unggul Ponggok, Klaten berkembang pesat. Ia menyatakan desa tersebut akan dijadikan contoh pengembangan kawasan berbasis potensi di wilayah transmigrasi.

“Dengan kehadiran saya di sini, saya sudah bisa katakan, resmi ataupun tidak resmi, itu sudah menjadi salah satu benchmark kami. Terutama yang ingin kami jadikan sebagai contoh itu sebetulnya sustainability-nya,” kata Iftitah saat meninjau Desa Unggul Ponggok, Klaten, Jawa Tengah,Sebagaimana rilisnya yang dikutip Redaksi pada Kamis (18/9/2025).

Menurutnya, keberhasilan pengembangan ekonomi berbasis potensi dapat menjadi acuan di 154 kawasan transmigrasi. Iftitah menegaskan transmigrasi saat ini harus menciptakan pertumbuhan ekonomi baru melalui pemetaan potensi.

“Kita tidak ingin membangun, terus kemudian nanti tidak sustain begitu. Dan bagaimana manfaat untuk masyarakat banyaknya, itu yang lebih penting lagi,” ujarnya.

Ia menjelaskan transmigrasi harus menjadi magnet produktivitas dalam bentuk barang, jasa, dan aktivitas ekonomi. Pemetaan potensi ekonomi juga dapat dilakukan melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi negeri maupun swasta.

“Di 154 kawasan transmigrasi, kita mengirim 2.000 peneliti, kolaborasi dari tujuh perguruan tinggi. Dan 17 perguruan tinggi yang ada di daerah, tugasnya adalah itu, melakukan riset dan pemetaan potensi ekonomi,” ucapnya.

Kepala Desa Unggul Ponggok Junaedhi Mulyono mengapresiasi dukungan Menteri Iftitah terhadap pengembangan desa berbasis potensi. Ia menegaskan komitmen desanya untuk terus membina masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi sekitar.

“Potensi yang berkembang wisata kolam diving, banyak masyarakat dari berbagai daerah yang datang. Adanya potensi air, masyarakat banyak memiliki kolam untuk memelihara ikan hampir di empat desa sekitar Umbul Ponggok,” kata Junaedhi.

Desa Unggul Ponggok, dengan luas 77 hektare, sebelumnya merupakan desa miskin di Kabupaten Klaten. Melalui pemetaan potensi ekonomi oleh masyarakat dan kepala desa, desa ini kini berkembang pesat.

Wisatawan yang berkunjung ke destinasi diving Desa Unggul Ponggok mengaku mengetahui informasinya dari media sosial. Karena itu, pembangunan infrastruktur wisata penting dilakukan seiring pesatnya promosi melalui berbagai media daring.

Iftitah menegaskan Desa Unggul Ponggok berhasil mengelola potensi air menjadi wisata. Ia menambahkan desa tersebut juga mengembangkan industri perikanan air tawar yang mendukung pertumbuhan ekonomi setempat.****

Pos terkait