Fajarasia.id – Menteri Energi dan Infrastruktur Uni Emirat Arab (UEA), Suhail Mohamed Al Mazrouei, menyatakan komitmennya untuk memperluas investasi di Indonesia. Hal itu disampaikan usai pertemuan dengan Menteri Investasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, di Jakarta, Rabu (19/11).
“Kami telah berinvestasi di sejumlah sektor, namun potensinya jauh lebih besar. Kami memiliki aspirasi untuk meningkatkan jumlah investasi dan menghadirkan peluang baru,” ujar Suhail kepada media.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah sektor menjadi sorotan, antara lain hilirisasi aluminium, infrastruktur, dan pusat data (data center). Rosan menawarkan peluang investasi alumina di Kalimantan Barat, sementara Suhail menilai kebutuhan infrastruktur Indonesia masih sangat besar dan membuka ruang kerja sama strategis.
Terkait pusat data, Suhail menekankan pentingnya sektor ini bagi masa depan industri, khususnya generasi muda. “Penggunaan data akan terus meningkat seiring berkembangnya teknologi kecerdasan buatan (AI) di bidang pendidikan, kesehatan, dan industri,” jelasnya.
Menurut Suhail, Indonesia memiliki keunggulan besar dalam sumber daya manusia. Dengan dukungan energi dan teknologi, masyarakat Indonesia diyakini mampu berinovasi. Karena itu, UEA berkomitmen untuk menjajaki berbagai peluang kolaborasi, mulai dari aluminium, pusat data, energi interkoneksi, hingga investasi jaringan listrik.
“Sekarang saatnya perusahaan memastikan situasi saling menguntungkan. Semoga ke depan kita melihat lebih banyak kemitraan antara Indonesia dan UEA,” tambahnya.
Menanggapi kemungkinan investasi bersama Danantara, Suhail menyebut beberapa lembaga dana UEA sudah menanamkan modal di Indonesia. Ia tidak menutup peluang kerja sama baru dengan Danantara jika ditemukan bidang kolaborasi yang sesuai. “Ada potensi, beri kami waktu, dan insya Allah kami akan melakukannya,” ujarnya.****






