Fajarasia.co – Penerapan sistem ekonomi sirkular dinilai membawa manfaat besar bagi perekonomian Indonesia, termasuk bagi produk domestik bruto (PDB).
Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Menurutnya, ekonomi sirkular merupakan sistem ekonomi yang melibatkan strategi seperti rancangan inovatif.
“Potensi ekonomi sirkular sangatlah besar. Di Indonesia sendiri, pendekatan sirkular dapat menghasilkan tambahan keseluruhan PDB sebesar 593.638 triliun rupiah,” kata Airlangga kepada wartawan, Kamis (14/7/2022).
Lebih jauh, ia mengungkapkan, ekonomi sirkular merupakan bagian penting dalam mengeliminasi sampah dan polusi.
“Secara global, ekonomi sirkular memberikan alternatif yang dapat membawa manfaat ekonomi sebesar 4,5 triliun dolar AS pada tahun 2030,” ujarnya.
Bagi Indonesia, terang dia, penerapan ekonomi sirkular dapat mengurangi sampah di masing-masing sektor sebesar 18-52 persen. Selain itu, juga mengurangi emisi CO2 sebesar 126 juta ton.
“Serta penggunaan air sebesar 6,3 miliar meter kubik,” katanya.
Selain itu, 4,4 juta pekerjaan net kumulatif juga dapat tercipta, berbarengan dengan penyimpanan rumah tangga tahunan sebesar hampir 9 persen dari anggaran mereka, yakni sebesar 4,9 juta per tahun, pada 2030.
Meski demikian, Airlangga menggarisbawahi bahwa hingga hari ini hanya 8,6 persen ekonomi di dunia yang telah menerapkan pendekatan sirkular.
“Ini mengindikasikan bahwa masih banyak yang harus dilakukan,” imbuhnya****




