Fajarasia.co – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap Jalan Tol Cibitung-Cilincing akan menghilangkan kemacetan dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok. Dia juga menginginkan jalan tol ini berdampak pada penurunan biaya logistik.
“Kalau nanti aksesnya sampai Pelabuhan Kalibaru, ini bisa menurunkan biaya logistik hingga 50 persen,” kata Menhub, Rabu (21/9/2022). Sehingga, daya saing ;produk-produk ekspor Indonesia akan semakin meningkat.
“Ini pada gilirannya akan semakin meningkatkan minat para investor,” ujar Menhub. Baik dari dalam maupun luar negeri yang ingin menanamkan modalnta di kawasan industri sekitar Bekasi dan Karawang.
Selain itu, pembangunan akses jalan tol dari dan ke Pelabuhan Patimban, Subang, juga akan meningkatkan kinerja pelabuhan tersebut. Kehadiran pelabuhan itu akan melengkapi keberadaan Pelabuhan Tanjung Priok untuk memperlancar distribusi logistik nasional.
“Industri di Bekasi bisa menggunakan Pelabuhan Tanjung Priok, sedangkan kawasan industri di Karawang ke Pelabuhan Patimban,” ucap Menhub. Menurut dia, hal ini akan menjadi kompetisi yang baik dan semakin meningkatkan layanan kedua pelabuhan tersebut.
Budi menjelaskan, pemerintah juga telah melakukan pembangunan infrastruktur secara konsisten. “Pembangunan dilakukan secara apik dari memulai, membangun, menyelesaikan, sampai menghubungkan antara fasilitas dan fasilitas lainnya,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meresmikan Jalan Tol Cibitung-Cilincing, Selasa (20/9) pagi kemarin. Kepala Negara berharap jalan tol ini akan semakin memperlancar arus barang dari kawasan industri ke pelabuhan.
Terutama dari kawasan industri di Bekasi, Karawang dan sekitarnya, menuju ke Pelabuhan Tanjung Priok. Menurut Presiden, akses yang cepat membuat mobilitas barang semakin mudah dan memperkuat daya saing produk ekspor Indonesia.
Jalan Tol Cibitung-Cilincing sepanjang 27,2 kilometer ini dibangun dan dioperasikan oleh PT Cibitung Tanjung Priok Tollways (CTP). Perusahaan ini dimiliki oleh PT Akses Pelabuhan Indonesia dan PT Menara Maritim Indonesia.
Kedua perusahaan tersebut merupakan anak usaha PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL). Ini merupakan salah satu subholding PT Pelindo yang bergerak di bidang logistik dan hinterland development. ****





