Fajarasia.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa lulusan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP/BLK) tidak boleh berhenti hanya dengan mengantongi sertifikat. Mereka dituntut untuk benar-benar bekerja atau berwirausaha melalui program Perluasan Kesempatan Kerja (PKK).
“Yang harus kita kejar bukan sekadar berapa orang dilatih, tapi berapa yang benar-benar bekerja setelah dilatih ataupun mereka yang dapat wirausaha,” ujar Yassierli, Jumat (9/1).
Menurut Yassierli, ukuran keberhasilan balai pelatihan tidak lagi dilihat dari banyaknya kegiatan atau tebalnya laporan, melainkan dari hasil nyata yang dirasakan masyarakat. Penempatan kerja dan wirausaha menjadi indikator utama.
Ia menekankan pentingnya data akurat dan terukur, mulai dari identitas peserta hingga status pascapelatihan. “Apakah mereka terserap kerja atau langsung merintis usaha, itu yang harus jelas,” katanya.
Saat ini, BPVP Kemnaker baru mampu melatih sekitar 70 ribu orang per tahun, atau hanya 1 persen dari total pengangguran nasional. Kondisi ini mendorong Kemnaker melakukan transformasi balai agar lebih relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Transformasi mencakup penguatan balai sebagai pusat pelatihan vokasi, talent and innovation hub, pusat pelatihan dan penempatan penyandang disabilitas, hingga pusat referensi peningkatan produktivitas UMKM.
“Tujuan utamanya membangun kembali marwah dan kebanggaan Kemnaker melalui kinerja yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Yassierli.
Direktur Jenderal Binalavotas Kemnaker, Darmawansyah, menambahkan rapat koordinasi menjadi momentum menyelaraskan program prioritas lintas unit. Mulai dari pelatihan vokasi, penempatan tenaga kerja, hingga perluasan kesempatan kerja.
“Sinkronisasi dilakukan pada aspek waktu, mekanisme, hingga SOP agar program ini selaras dan mudah dimonitor,” jelasnya.
Dengan dorongan ini, pemerintah berharap lulusan BLK tidak hanya menambah angka pelatihan, tetapi benar-benar menjadi tenaga kerja produktif atau wirausahawan baru yang mendukung perekonomian nasional.






