Masyarakat Diminta Tak Perlu Panik Penyesuaian Harga BBM

Masyarakat Diminta Tak Perlu Panik Penyesuaian Harga BBM
Antre BBM: Kendaraan mengantre mengisi BBM di SPBU Hang Lekir, Jakarta Selatan, Jumat (21/6) malam. Harga BBM dipastikan akan naik setelah APBNP disahkan oleh DPR beberapa waktu lalu. Harga BBM diperkirakan akan naik, premium menjadi Rp 6.500/liter dan solar menjadi Rp 5.500/liter.

Fajarasia.co – Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Abraham Wirotomo mengatakan, masyarakat tidak perlu panik rencana penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM). Pasalnya, pemerintah akan mengambil keputusan yang terbaik untuk masyarakat.

“Pasti keputusan yang diambil itu yang terbaik untuk masyarakat, karena yang menjadi pertimbangan bukan hanya satu aspek terkait dampak kenaikan BBM. Namun bagaimana dampak apabila tidak ada penyesuaian BBM itu juga dikalkulasi,” katanya di Jakarta dikutip, Minggu (4/9/2022).

Menurut Abraham, pemerintah perlu waktu untuk mengkaji dan menghitung. Terlebih, telah dua tahun Indonesia dilanda pandemi virus Corona (COVID-19) yang membuat terdampaknya ekonomi masyarakat.

“Kenapa pemerintah itu perlu waktu, perlu perhitungan yang masak, yang matang. Karena selama dua tahun lebih ini masyarakat kita itu sudah terdampak yang namanya COVID,” katanya.

Abraham menyadari kenaikan harga BBM ini akan berdampak langsung kepada kelompok ekonomi rentan. Untuk itulah, kata Abraham, pemerintah sedang mengkalkulasikan skenario mengenai penyesuaian harga BBM dan juga peningkatan daya beli masyarakat.

“Terutama yang paling terdampak itu kan yang kelompok ekonomi rentan, nah hitung-hitungan dari pemerintah, mau mencoba mengkalkulasi, ada beberapa skema atau skenario. Jadi salah satu skema dan skenario itu memang penyesuaian harga BBM,” katanya.****

Pos terkait