Fajarasia.id – Iran kembali membuka ruang diplomasi dengan Amerika Serikat melalui penyampaian proposal negosiasi terbaru yang disalurkan lewat mediator Pakistan. Informasi ini disampaikan kantor berita resmi IRNA pada Kamis malam (1/5/2026) dan dikutip sejumlah media internasional.
Meski isi proposal belum diungkap, langkah ini muncul di tengah gencatan senjata rapuh setelah hampir 40 hari konflik yang dipicu ketegangan AS–Israel sejak akhir Februari. Pembicaraan sebelumnya sempat terhenti akibat blokade angkatan laut AS di pelabuhan Iran, sementara Teheran tetap menutup Selat Hormuz dengan pembatasan ketat terhadap lalu lintas kapal.
Pada Jumat, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan komunikasi dengan sejumlah mitra regional, termasuk Arab Saudi, Qatar, Turki, Irak, dan Azerbaijan. Menurut pernyataan resmi, pembicaraan itu membahas inisiatif terbaru Iran untuk mengakhiri perang.
Langkah diplomasi ini menandai upaya Iran mencari dukungan regional sekaligus menekan AS agar kembali ke meja perundingan. Meski detail proposal belum dipublikasikan, sorotan internasional tertuju pada kemungkinan terobosan baru dalam meredakan konflik yang masih berlangsung.****





