Fajarasia.id – Kantor Staf Presiden (KSP) menyalurkan bantuan pompa apung dan kebutuhan dasar ke wilayah terdampak bencana di Aceh. Bantuan tersebut tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Jumat (2/1), sebelum didistribusikan ke Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya yang mengalami dampak cukup parah.
Tenaga Ahli Utama Kedeputian III KSP, Iwan Eka, menyampaikan bahwa bantuan ini mencakup 10 unit pompa apung, pakaian, serta mainan anak-anak. Dari jumlah tersebut, tujuh unit pompa apung sudah berada di Aceh, sementara sisanya masih dalam proses pengiriman.
“Pompa apung yang kami kirimkan bukan sekadar simbol bantuan, tetapi alat yang bisa langsung digunakan di lapangan. Tujuannya agar rumah warga lebih cepat kering, aktivitas harian perlahan kembali berjalan, dan beban fisik serta psikologis masyarakat dapat berkurang,” ujar Iwan di Pidie, Minggu (4/1).
Menurut Iwan, genangan air, lumpur, dan keterbatasan kebutuhan dasar menjadi masalah mendesak pascabencana. Kondisi ini paling dirasakan oleh keluarga dengan bayi dan anak-anak. Untuk itu, selain pompa apung, KSP juga menyiapkan alat penjernih air (water purifier) guna memastikan ketersediaan air minum yang bersih dan aman.
Tak hanya fokus pada pemulihan fisik, KSP turut memperhatikan aspek sosial. Bantuan berupa pakaian dan mainan anak-anak disalurkan agar warga, khususnya anak-anak, tetap merasa aman dan nyaman di tengah situasi darurat.
Uji coba pengoperasian pompa apung telah dilakukan di Kabupaten Pidie pada Sabtu (3/1), menunjukkan kesiapan alat tersebut untuk membantu percepatan pemulihan wilayah terdampak banjir dan longsor.
Iwan menegaskan bahwa langkah KSP sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia mengajak seluruh pihak untuk memperkuat solidaritas dan gotong royong dalam menghadapi bencana.
“Sesuai arahan Presiden, mari kita terus memperkuat solidaritas, gotong royong, dan kepedulian sosial. Dari kebersamaan itulah pemulihan akan berjalan lebih cepat dan lebih kuat,” ucapnya.





