Fajarasia.id – Sebanyak 155 prajurit TNI resmi menerima Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) dalam sebuah upacara yang dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bersama Menteri Pertahanan RI Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin. Upacara berlangsung khidmat di Timika, Papua Tengah, Jumat (2/1).
Yang menarik perhatian, sebagian prajurit tampak mengenakan penutup wajah hitam saat menerima penghargaan. Mereka juga tampil gagah dengan baret kebanggaan masing-masing: merah (Kopassus), ungu (Marinir), hijau (Kostrad), dan jingga (Pasgat).
Dalam sambutannya, Sjafrie menegaskan bahwa pemberian KPLB merupakan bentuk perhatian pimpinan TNI terhadap prajurit yang telah menunjukkan kinerja optimal serta pengabdian tinggi dalam menjaga stabilitas keamanan dan kedaulatan negara.
“Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh prajurit untuk terus meningkatkan profesionalisme dan semangat pengabdian,” ujar Sjafrie.
Sementara itu, Panglima TNI Agus Subiyanto menyalami satu per satu prajurit penerima penghargaan. Ia menekankan bahwa KPLB adalah bentuk apresiasi negara atas dedikasi, loyalitas, dan prestasi luar biasa para prajurit.
“Kenaikan Pangkat Luar Biasa dapat terus diberikan kepada prajurit TNI tanpa adanya batasan, sepanjang didasarkan pada prestasi yang telah dicapai,” tegas Agus.
Kapuspen TNI Brigjen Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan bahwa seluruh penerima KPLB merupakan prajurit berpangkat bintara dan tamtama. Dalam foto yang dibagikan Puspen TNI, terlihat di antara mereka ada yang mengenakan pangkat Kopral Satu (Koptu), Sersan Satu (Sertu), dan Prajurit Kepala (Praka).
Selain kenaikan pangkat, para prajurit juga menerima piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan prestasi mereka, khususnya dalam pelaksanaan tugas di wilayah operasi Papua.
Pemberian KPLB ini menjadi simbol pengakuan atas pengabdian prajurit di daerah operasi yang penuh tantangan. Penutup wajah yang dikenakan sebagian prajurit menambah kesan misterius sekaligus menegaskan identitas mereka sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan NKRI.





