KPK Dalami Pembiayaan Ridwan Kamil, Asisten Pribadi Diperiksa

Gedung Merah Putih KPK
Gedung Merah Putih KPK

Fajarasia.id  – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB). Kali ini, penyidik memeriksa Randy Kusumaatmadja, asisten pribadi sekaligus orang kepercayaan mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK).

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa pemeriksaan Randy dilakukan untuk menelusuri aktivitas RK semasa menjabat gubernur, termasuk soal pembiayaan. “Dimintai keterangan perihal aktivitas Gubernur Jabar saat itu, termasuk pembiayaannya,” ujar Budi kepada wartawan, Kamis (29/1/2026).

Selain Randy, KPK juga memeriksa empat saksi lainnya. Fokus penyidikan kali ini adalah pengadaan jasa agensi di BJB serta pola penukaran uang asing ke rupiah yang diduga terkait dengan pihak-pihak tertentu. “Saksi juga didalami soal penukaran-penukaran uang asing-rupiah, yang dilakukan atas nama pihak terkait,” jelas Budi.

Ridwan Kamil sendiri sebelumnya telah dimintai keterangan oleh KPK. Lembaga antirasuah itu menyoroti sejumlah aset milik RK, termasuk kafe, yang tidak tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). “Semua itu nanti disandingkan, antara penghasilan resmi, apakah ada penghasilan lain, serta aset-aset yang dimiliki. Kewajarannya akan diteliti, termasuk dugaan aliran uang kepada pihak lain,” tambah Budi.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan lima tersangka: mantan Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi, Pimpinan Divisi Corporate Secretary Bank BJB Widi Hartono, serta tiga pihak swasta Ikin Asikin Dulmanan, Suhendrik, dan Sophan Jaya Kusuma. Perbuatan mereka diduga menimbulkan kerugian negara hingga Rp 222 miliar, yang disebut masuk sebagai dana pemenuhan kebutuhan nonbujeter.

Pemeriksaan terhadap asisten pribadi Ridwan Kamil menjadi bagian penting dalam upaya KPK mengurai aliran dana dan memastikan transparansi pembiayaan selama RK menjabat Gubernur Jawa Barat. Publik kini menanti hasil penyidikan lebih lanjut untuk mengungkap sejauh mana keterlibatan pihak-pihak terkait dalam kasus besar ini.

Pos terkait