Fajarasia.id – Sultan Rif’at Alfatih (21), korban kabel menjuntai di Jalan Pangeran Antasari kondisinya membaik. Ia sempat menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati.
Membaiknya kondisi Sultan disampaikan orang tuanya, Fatih NH dalam sebuah rilis aiterima Minggu (24/9/2023). “Alhamdulillah berkat kerja keras dari 45 tim dokter yang ditugaskan di sini, kondisinya sudah membaik” kata Fatih.
Menurutnya, tim dokter yang menangani Sultan tidak hanya berasal dari RS Polri saja. Tetapi juga berasal dari RS Fatmawati dan RSCM.
“Itu luar biasa progresnya. Mulai dari berat badan yang sudah di atas zona malnutrisi kemudian organ ginjal juga sudah normal,” ujarnya.
Saat ini, kata Fatih, tim dokter fokus menangani fungsi menelan Sultan dan fungsi bicaranya. Menurutnya, Sultan sudah bisa berbicara setelah dilakukan operasi penyuntikan lemak di area pita suara pada 22 Agustus lalu.
Ia mengungkapkan kalau alat di leher Sultan dicabut dan ditutup pakai jempol lubangnya itu. Maka Sultan bisa mengeluarkan suara walaupun kualitasnya seperti suara robot.
Kemudian, untuk fungsi menelannya, kata Fatih, tim dokter masih fokus memperlebar area kerongkongan (esofagus). Hal itu kerongkongannya sempat mengalami penyempitan setelah disambung di RS Fatmawati.
“Di RS Fatmawati kan sempat disambung akibat terkena kabel itu. Hasil sambungannya awalnya cuma karena area tersebut tumbuh jaringan keloid sehingga salurannya menyempit,” katanya.
Sedangkan untuk fungsi makannya, kata Fatih anaknya ini masih sama seperti sebelumnya. Masih menggunakan selang suntik yang ada di hidung. “Makannya dalam bentuk cairan pastinya. Masih sama belum ada progres,” ujarnya.
Ia memperkirakan Sultan masih akan menjalani operasi 2 hingga 3 kali untuk pelebaran kerongkongan. Menurut Fatih, pada Selasa nanti akan dilakukan operasi lagi. “Sejauh ini Sultan sudah dua kali operasi untuk pelebaran saluran makannya itu,” katanya.
Fatih mengapresiasi kerja tim dokter dalam menangani kondisi kesehatan anaknya tersebut. Selain itu, ia menyampaikan terima kasih kepada Kapolri, Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo.
Di sisi lain, ia menyayangkan belum ada pertanggung jawaban dari PT Bali Towerindo Sentra sebagai pihak yang memiliki kabel optik tersebut. Pihaknya berharap masalah ini dapat diselesaikan dengan cepat dan sebaiknya diselesaikan secara kekeluargaan.
Dalam kesempatan ini, Fatih menyoroti mengenai status kemahasiswaan Sultan di Universitas Brawijaya dimana Sultan masih cuti dalam dua semester. Bahkan, pihak Rektorat juga telah datang ke rumah sakit untuk mengetahui kondisi Sultan.
Fatih berharap anaknya dapat sembuh seperti sedia kala. Selain itu, kasusnya juga dapat selesai juga. “Mohon doa dan support dari seluruh masyarakat Indonesia supaya anak saya bisa normal dan menjalani hari-harinya kembali,” kata Fatih.
Diketahui, Sultan merupakan mahasiswa Universitas Brawijaya Malang. Ia menjadi korban kecelakaan kabel optik yang terjuntai di Jalan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan, pada 5 Januari 2023 lalu.
Kejadian ini bermula ketika Sultan mengendarai sepeda motor di belakang sebuah mobil. Tanpa disadari, kabel fiber optik yang terjuntai di atas jalan tersebut tersangkut pada mobil tersebut.
Namun, mobil tersebut terus melaju, menyeret kabel fiber optik yang masih tergantung. Akhirnya, kabel itu terlepas dari mobil dan mengenai Sultan yang saat itu berada di belakangnya.****





