Komisi IX Soroti Kekurangan Ahli Gizi, Program MBG Terancam Tersendat

Komisi IX Soroti Kekurangan Ahli Gizi, Program MBG Terancam Tersendat

Fajarasia.id – Kunjungan kerja Komisi IX DPR RI di Jambi menyoroti persoalan serius dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Nasional (MBG). Anggota Komisi IX, Muazzim Akbar, menegaskan bahwa keberhasilan program bukan sekadar distribusi makanan, melainkan kandungan gizi yang harus dijamin oleh tenaga profesional.

“Permasalahan SDM kaitan dengan gizi perlu menjadi perhatian. Kalau tenaga gizi tidak terpenuhi, ini repot juga nanti,” ujarnya. Muazzim mendorong pemerintah daerah bekerja sama dengan Politeknik Kesehatan maupun sekolah jurusan gizi untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli. Ia juga menilai koperasi desa dan kelurahan yang sedang dibangun dapat menjadi mitra penyedia bahan pangan ke depan.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX, Nihayatul Wafiroh, menambahkan bahwa jumlah petugas bersertifikat masih sangat terbatas. “Ada kesulitan mencari petugas ahli gizi dan masih sangat sedikit yang memiliki sertifikat. Ini harus kita dorong agar semuanya bisa berjalan dengan lancar,” jelasnya. Ia mengusulkan pelibatan Balai Latihan Kerja untuk mempercepat pelatihan tenaga gizi.

Komisi IX menekankan bahwa keberhasilan program MBG sebagai prioritas pemerintah Presiden Prabowo Subianto bergantung pada kesiapan SDM. Tanpa tenaga gizi yang memadai, distribusi makanan bergizi dikhawatirkan tidak akan mencapai kualitas yang diharapkan.****

Pos terkait