Fajarasia.id – Museum Louvre di Paris, yang dikenal sebagai museum seni terbesar di dunia dan rumah bagi ribuan karya seni bersejarah, termasuk lukisan ikonik Mona Lisa, mengalami insiden pencurian besar yang melibatkan koleksi perhiasan era Napoleon Bonaparte.
Perhiasan yang hilang mencakup sejumlah barang berharga dari tokoh-tokoh penting dalam sejarah Prancis, seperti:
- Koleksi Marie-Louise: satu kalung dan sepasang anting
- Koleksi Ratu Marie-Amélie dan Ratu Hortense: satu kalung, sepasang anting, dan satu tiara
- Koleksi Permaisuri Eugénie: satu bros, satu pita dada (bodice bow), dan satu tiara
Meski banyak barang berharga yang raib, Berlian Regent—permata paling terkenal dalam koleksi tersebut—dilaporkan masih berada di tempatnya. Selain itu, mahkota milik Eugénie ditemukan tak jauh dari lokasi kejadian.
Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nuñez, menyatakan bahwa pelaku menunjukkan tingkat perencanaan dan eksekusi yang sangat profesional. Ia menyebut insiden ini sebagai salah satu perampokan besar dengan nilai kerugian yang sangat tinggi.
Sebagai respons atas kejadian tersebut, pihak museum segera mengevakuasi pengunjung dan menutup Louvre untuk sementara waktu guna mendukung proses investigasi. Kepolisian Prancis telah mengerahkan unit khusus anti-pencurian seni untuk memburu pelaku dan mengamankan barang-barang yang hilang.
Peristiwa ini menjadi sorotan dunia, mengingat nilai sejarah dan budaya dari koleksi yang dirampok. Pihak berwenang terus melakukan penyelidikan intensif demi mengungkap pelaku dan mengembalikan warisan berharga tersebut ke tempat asalnya.





