Koalisi Goyah, Parlemen Israel Terancam Bubar

Koalisi Goyah, Parlemen Israel Terancam Bubar

Fajarasia.id  – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadapi tekanan politik serius setelah koalisi pemerintahannya sendiri mengajukan rancangan undang-undang pembubaran parlemen. Langkah dramatis ini membuka jalan menuju pemilu dini di tengah meningkatnya ketegangan internal.

Proposal pembubaran Knesset ke-25 diajukan oleh partai Likud bersama enam kelompok koalisi. Jika disahkan, Israel akan menggelar pemilu dalam waktu 90 hari, dengan pemungutan suara atas RUU tersebut dijadwalkan pada 20 Mei.

Tekanan terhadap Netanyahu terutama datang dari partai ultra-Ortodoks yang menuntut pengecualian permanen wajib militer bagi pemuda yeshiva. Ketidakpuasan ini memberi peluang bagi oposisi, termasuk Yair Lapid dan Naftali Bennett, yang telah membentuk aliansi politik baru bernama Beyahad untuk menantang Netanyahu.

Meski Likud masih unggul tipis dalam survei, posisi Netanyahu kian rapuh. Selain menghadapi kritik atas penanganan konflik sejak serangan Hamas 7 Oktober 2023, ia juga masih bergulat dengan kasus korupsi dan kondisi kesehatan pribadi.

Jika parlemen resmi dibubarkan, Israel akan memasuki periode politik baru yang berpotensi mengubah peta kekuasaan di negara tersebut.***

Pos terkait