Kementerian PUPR sedang berupaya memperbaiki rumah pascagempa di Pulau Bawian.

Kementerian PUPR sedang berupaya memperbaiki rumah pascagempa di Pulau Bawian.

Fajarasia.id – Kerjasama Kementerian PUPR dan Pemerintah Kabupaten Gresik untuk mengoordinasikan dan mempercepat proses penyelesaian perumahan pasca gempa di Kepulauan Bawen. Hal tersebut diumumkannya melalui rilis yang yang direrima Redaksi pada Senin (8/4/2024).

Selain itu, Kementerian PUPR bekerja sama dengan BNPB untuk mengidentifikasi dan mendata kerusakan rumah masyarakat menggunakan aplikasi Ruthena Inarisk. Kementerian PUPR juga meminta perguruan tinggi membantu perbaikan rumah tersebut.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan untuk mengatasi dampak bencana gempa Pulau Bawian.” Pertama, catat kerusakan rumah Anda dan periksa menggunakan aplikasi “Rumah Rusak Bencana”.

Direktur Perumahan juga berkoordinasi dengan Bupati Gresik Fandi Ahmad Fani dan sejumlah pejabat Pemerintah Gresik, Folkopinda. Kegiatan ini dilakukan untuk mengkoordinasikan dan mendiskusikan proses pendataan dan pengembangan masyarakat terdampak gempa Pulau Bawian.

“Aplikasi ini merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR. Digunakan oleh BNPB untuk mengidentifikasi kerusakan pasca bencana,” ujarnya.

Menurut Ivan, penanganan bencana di Kepulauan Bawean bisa mencontoh penanganan bencana di Gunung Semeru yang bekerjasama dengan pemerintah daerah. Ada juga sejumlah perusahaan dan universitas yang membantu pembangunan rumah yang mengalami kerusakan ringan, sedang, dan berat.

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Gresik dapat mulai bekerjasama dengan dunia usaha dan akademisi dalam penanganan gempa di Kepulauan Bawean.” “Kami akan membentuk tim operasi khusus yang fokus untuk melakukan hal tersebut,” ujarnya.

Pendataan awal yang dilakukan pemerintah setempat menunjukkan sekitar 6.460 rumah rusak. Berdasarkan pengumuman tersebut, terdapat 6.164 rumah rusak ringan, 229 rumah rusak sedang, dan 67 rumah rusak berat.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani mengatakan banyak rumah yang rusak pascagempa Pulau Bawean. Bencana ini juga berdampak pada kondisi psikologis masyarakat yang masih khawatir akan adanya gempa susulan.

“Gempa ini belum pernah terjadi di Bawean. Data BMKG menunjukkan ada gempa 70 tahun lalu. Kami berharap ini membantu mempercepat pemulihan, ”kata Bupati Fundy.****

Pos terkait