Kementan Targetkan Oplah 500 Hektar di Bengkayang

Kementan Targetkan Oplah 500 Hektar di Bengkayang

Fajarasia.id – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan optimasi lahan (oplah) di Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat seluas 500 hektar (ha). Target ini merupakan bagian upaya pemerintah guna mendukung swasembada pangan khususnya di wilayah Kalimantan Barat sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang tertuang di dalam Asta Cita.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa Brigade Pangan (BP) dibentuk oleh pemerintah sebagai terobosan untuk mempercepat transformasi di sektor pertanian guna mencapai swasembada pangan pada 2028. BP menjadi garda terdepan dalam rangka menggerakkan para petani untuk lebih produktif terutama bagi petani milenial.

“Brigade Pangan adalah pasukan terdepan yang melibatkan Petani dengan dikawal oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Babinsa, dan pegawai Kementerian Pertanian, serta generasi muda untuk berkolaborasi dalam mengoptimalkan sektor pertanian kita,” sebut Mentan Amran.

Selain itu Kementan juga melakukan penguatan ekosistem di sektor pertanian dengan memberikan dukungan lainnya berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) yang didistribusikan kepada kelompok tani sehingga dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian.

Untuk itu tugas dari BP ini juga diharuskan untuk melakukan pendampingan secara komprehensif agar alsintan ini dapat dioptimalkan penggunaannya sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

“Bantuan alsintan ini harus bisa dikelola dengan baik jangan sampai alsintan yang dibantu oleh pemerintah malah dijual,” tegasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti menjelaskan untuk mencapai target oplah tersebut telah dibentuk empat Brigade Pangan (BP) yang ditugaskan di wilayah yang berbeda.

Brigade Perintis Muda ditugaskan di Kecamatan Capkala dengan target oplah seluas 115 ha. Kemudian Brigade Pesisir Raya di Kecamatan Sungai Raya Kepulauan dengan luasan lahan ditargetkan 115 ha.

Selanjutnya Brigade Lembah Salmon di Kecamatan Samalantan seluas 125 ha dan Brigade Pangan Sangkaro ditugaskan di Kecamatan Sanggau Ledo dengan terget lahan seluas 145 ha.

“Kami harapkan dengan program ini dapat terlaksana dan sukses di berbagai tempat sehingga dapat terwujud swasembada pangan nasional hingga dapat mengekspor hasil pangan ke luar negeri,” kata Santi.

Santi berharap kelompok tani yang mendapatkan bantuan mulai dari benih hingga alsintan ini dapat melakukan berbagai terobosan yang didampingi oleh BP sehingga lebih berdaya dan mandiri sehingga dapat melakukan penambahan alsintan secara swadaya dan swakelola.

“Para petani perlu didampingi untuk dapat menghitung keuntungan dari penggunaan alsintan dan penurunan harga dari alsintan sehingga di tahun berikutnya mampu memiliki alsintan sendiri,” kata Santi.

Sementara Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Kementan, Inneke Kusumawaty menambahkan, pengelolaan lahan harus dilakukan secara terencana dan terarah. Hal ini penting dilakukan untuk memastikan setiap hektar lahan yang diolah oleh para petani dapat memberikan kontribusi maksimal dalam peningkatan hasil pertanian.

Dengan begitu visi dan target swasembada pangan dapat lebih mudah tercapai. “Melalui Oplah, revitalisasi jaringan irigasi, serta mendorong partisipasi generasi milenial dalam sektor pertanian, kita yakin dapat menciptakan perubahan positif di sektor pertanian,” tandas Inneke.****

Pos terkait