Kemenko Ekonomi siapkan KUR Alsintan Rp5 miliar antisipasi El Nino

Kemenko Ekonomi siapkan KUR Alsintan Rp5 miliar antisipasi El Nino

Fajarasia.id – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pihaknya akan menyiapkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) alat dan mesin pertanian (Alsintan) kepada petani sebesar Rp5 miliar guna mengantisipasi dampak El Nino.

“KUR Alsintan bagi kelompok pertanian sudah kita siapkan, apalagi Presiden tadi memberikan tanggapan menghadapi El Nino yang panjang. Sehingga Pak Gubernur, kita siapkan sampai Rp5 miliar untuk petani,” kata Menko Airlangga dalam acara Penganugerahan KUR Award di Jakarta, Rabu.

Menko Airlangga menjelaskan penyaluran KUR Alsintan nantinya dapat difokuskan ke wilayah-wilayah yang termasuk sebagai lumbung beras nasional, di antaranya Lampung, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan.

“Pak Gubernur, ini bisa di dorong, terutama wilayah Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur yang sukses menjadi lumbung beras nasional,” ujarnya.

Adapun El Nino merupakan fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya, yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah. El Nino meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah, dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia, sehingga El Nino dapat memicu terjadinya kondisi kekeringan untuk wilayah Indonesia secara umum.

Sebelumnya Menko Airlangga juga mengungkapkan bahwa sebagai langkah mitigasi dampak dari El Nino, pemerintah telah menargetkan persediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di atas 2,2 juta ton hingga akhir 2023.

“Kita menghendaki agar stok beras menjelang akhir tahun itu bisa di angka di atas 2,2 juta. Jadi ini yang kemarin sudah dirapatkan di rapat terbatas dengan Bapak Presiden, dan arahan kepada Bulognya sudah jelas, sehingga ini harus dijaga sehingga ketersediaan pangan sampai akhir tahun diamankan,” ujar Menko Airlangga.

Oleh karena itu agar mampu memenuhi target stok CBP tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) akan menyiapkan benih khusus dengan spesifikasi tertentu yang mampu bertahan terhadap perubahan iklim yang saat ini menjadi kekhawatiran Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).***

Pos terkait