Fajarasia.id – Kemendukbangga fokus membangun sistem data kependudukan yang andal untuk mendukung pembangunan nasional lebih terarah. Data ini memberikan gambaran detail pertumbuhan angkatan kerja baru dan kebutuhan lapangan pekerjaan setiap tahun.
Sekretaris Menteri Kemendukbangga/BKKBN, Budi menegaskan pentingnya data untuk memprediksi kebutuhan fasilitas umum seperti sekolah dan rumah sakit. Tanpa data ini, perencanaan pembangunan cenderung tidak terarah, sehingga menghambat implementasi kebijakan strategis.
“Kita harus memprediksi kebutuhan sekolah, rumah sakit, atau fasilitas umum berdasarkan jumlah bayi yang lahir. Tanpa data tersebut, perencanaan pembangunan dan pelaksanaan kebijakan akan cenderung tidak terarah serta kurang efektif untuk masyarakat,” ujarnya saat doorstop di Kantor BKKBN, Kamis (16/1/2025).
Data yang andal memungkinkan universitas merencanakan jumlah mahasiswa sesuai kebutuhan pasar kerja, bukan hanya berdasarkan intuisi. Misalnya, jumlah lulusan teknik kimia dapat disesuaikan dengan daya serap pasar agar tidak surplus.
Ia menjelaskan, jika kebutuhan lulusan teknik kimia hanya 1.000 sementara lulusannya 2.000, maka terjadi surplus. Kondisi ini berdampak pada banyaknya lulusan yang tidak terserap di bidang keahliannya masing-masing.
Kemendukbangga mendorong kementerian pendidikan untuk menyesuaikan input jurusan sesuai kebutuhan pasar demi efisiensi tenaga kerja. “Dengan data akurat, pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih tajam dan berbasis analisis konkret,” ucapnya.
Sistem data ini juga harus mampu diakses oleh pemerintah daerah untuk memastikan pembangunan lebih terarah. Kolaborasi semua pihak menjadi kunci agar pembangunan berjalan efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Melalui upaya ini, Kemendukbangga berharap dapat menciptakan perencanaan berbasis data yang mendukung keseimbangan antara lulusan dan lapangan kerja. Langkah ini menjadi solusi strategis untuk mengurangi pengangguran serta meningkatkan daya saing nasional,” katanya.***





