Fajarasia.id – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong kreator animasi, komik, dan gim (ACG) Indonesia untuk menembus pasar internasional. Ini karena Pemerintah Indonesia menilainya sebagai salah satu sektor industri yang potensial meningkatkan volume ekspor nasional.
Demikian disampaikan Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag, Miftah Farid. “Animasi, komik, dan gim merupakan subsektor ekonomi kreatif yang dapat menjadi alternatif sumber devisa negara,” ujarnya.
Hal itu disampaikan Miftah pada acara Trade Expo Indonesia (TEI) 2023 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, Banten.”Potensinya sangat besar dalam menggerakkan ekonomi nasional, khususnya untuk mendorong ekspor jasa,” katanya, melanjutkan.
Menurut Miftah, subsektor ACG harus membentuk ekosistem bersama untuk menciptakan produk hilir berupa kekayaan intelektual lokal. Mereka nantinya dapat berkolaborasi dengan industri fesyen, makanan dan minuman, serta lainnya.
“Ini supaya produknya bernilai tambah hingga tiga kali lipat dan memberi keuntungan lebih besar,” ujarnya. Pada gilirannya, lanjut Miftah, kekayaan intelektual akan menjadi aset untuk ekspor dan berefek ganda pada sektor industri lainnya, Ucapnya melalui Rilisnya Sabtu (21/10/2023).
Survei Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAKI) pada kuartal ketiga 2020 menyebutkan industri tersebut membukukan pendapatan kotor Rp510,55 miliar. Di antaranya sebanyak 120 studio animasi Indonesia yang membukukan nilai ekspor USD70 juta ke lima negara tujuan.
Negara-negara tersebut adalah Malaysia, Amerika Serikat, Singapura, Kanada dan Korea Selatan. Selama periode 2015–2019, sektor animasi Indonesia tumbuh 153 persen, atau rata-rata sekitar 26 persen per tahun.
Berdasarkan riset New Zoo (2022), nilai ekonomi gim global mencapai USD196,8 miliar dengan pertumbuhan 2,1 persen per tahun. Pertumbuhan subsektor gim diproyeksikan meningkat hingga USD250 miliar pada 2025.
Karena itu, Miftah menegaskan Kemendag berkomitmen mengembangkan ekspor industri ACG nasional. “Kami akan memfasilitasi untuk promosi kepada pihak yang memiliki peluang kerja sama penggunaan produk kekayaan intelektual Indonesia,” ujarnya. ****





