Kapten Kapal Indonesia Disandera Bajak Laut Somalia

Kapten Kapal Indonesia Disandera Bajak Laut Somalia

Fajarasia.id – Empat warga negara Indonesia menjadi korban penyanderaan bajak laut Somalia sejak Selasa (21/4/2026) malam. Mereka adalah awak kapal tanker MT Honour 25 yang disergap saat berlayar dari Oman menuju Somalia. Kapten kapal, Ashari Samadikun, sempat mengirim pesan suara kepada istrinya sebelum komunikasi terputus.

Kapal yang membawa 17 kru, termasuk empat WNI, kini berada di bawah pengawasan sekitar 30 bajak laut bersenjata. Para sandera disebut masih dalam kondisi sehat, diberi makan, dan diizinkan beribadah, meski beberapa kali ditodong senjata. Negosiasi uang tebusan dengan pihak perusahaan sedang berlangsung.

Kementerian Luar Negeri RI memastikan terus melakukan koordinasi intensif dengan otoritas Somalia dan pihak terkait untuk menjamin keselamatan para sandera. “KBRI Nairobi memantau perkembangan situasi dan mengedepankan keselamatan ABK WNI,” ujar Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah.

Peneliti hubungan internasional dari BRIN, Athiqah Nur Alami, menilai pendekatan diplomasi berbasis agama dapat menjadi opsi tambahan. Mengingat mayoritas penduduk Somalia beragama Islam, jalur komunikasi melalui tokoh agama dinilai bisa membantu proses pembebasan.

Kasus ini menambah daftar panjang insiden perompakan di perairan Somalia. Sebelumnya, sejumlah WNI juga pernah menjadi korban penyanderaan, termasuk pada kasus MV Sinar Kudus tahun 2011 yang berakhir dengan operasi militer Indonesia.

Keluarga para sandera berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata agar seluruh kru dapat kembali ke tanah air dengan selamat.****

Pos terkait