Fajarasia.id – – Ketegangan kawasan Timur Tengah kembali memuncak setelah Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, melontarkan ancaman provokatif terhadap Republik Islam Iran. Katz menegaskan bahwa militer Israel siap melancarkan serangan besar yang dapat melumpuhkan infrastruktur vital Iran, menunggu instruksi dari Washington untuk bergerak.
Pernyataan keras ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Teheran tanpa batas waktu, meski blokade angkatan laut Amerika di pelabuhan Iran tetap diberlakukan. Langkah tersebut dimaksudkan memberi ruang bagi diplomasi, namun juga memicu perdebatan di dalam negeri AS mengenai pengaruh lobi pro-Israel.
Katz menyebut target serangan mencakup fasilitas energi dan ekonomi utama Iran. Ancaman ini disebut sebagai kelanjutan kampanye militer Israel-AS yang sebelumnya menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan digantikan oleh putranya, Mojtaba Khamenei.
Di sisi lain, Teheran menolak tuntutan Washington terkait penghentian pengayaan nuklir. Duta Besar Iran untuk Moskow, Kazem Jalali, menegaskan bahwa negaranya siap menghadapi segala kemungkinan, baik melalui jalur diplomasi maupun pertempuran lanjutan. Jalali menuding AS sengaja merusak proses perdamaian dengan menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 dan melanjutkan tekanan militer.
Ancaman “Zaman Batu” yang sebelumnya dipopulerkan Trump kini kembali digaungkan oleh Israel, menandai eskalasi retorika yang berpotensi memperburuk krisis regional.****




