Irjen Kementan sebut Sulsel provinsi yang dicanangkan hadapi el-nino

Irjen Kementan sebut Sulsel provinsi yang dicanangkan hadapi el-nino

Fajarasia.id – Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pertanian (Kementan) Jan Samuel Maringka mengatakan Sulawesi Selatan menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang dicanangkan untuk menghadapi dampak atas datangnya fenomena iklim El Nino.

“Sulsel ini salah satu provinsi yang dicanangkan untuk menghadapi El Nino dan kami terus menggalakkan agar semua lapisan masyarakat mau bercocok tanam,” ujarnya di Makassar, Selasa (8/8/2023).

Jan Maringka menjelaskan jika bercocok tanam di masa sekarang tidak mesti harus menggunakan lahan pertanian dan perkebunan yang luas.

Dengan majunya teknologi, katanya, memungkinkan untuk mengembangkan teknologi pertanian, apalagi Indonesia didukung dengan iklim yang baik dalam bertani.

“Indonesia adalah negara tropis. Tumbuhan bisa tumbuh subur disetiap daerah di Indonesia ini. Meski perubahan iklim dan ancaman iklim global, tetap saja bisa memaksimalkan hasil pertanian dengan menggunakan teknologi tepat guna dan tepat waktu,” katanya.

Mantan Kajati Sulsel itu menyatakan jika Kementerian Pertanian juga sudah membagikan banyak bibit untuk masyarakat perkotaan seperti bibit cabai, tomat dan sayuran lainnya.

Menurut dia, kesadaran sebagian masyarakat perkotaan sudah mulai tumbuh untuk bercocok tanam dengan memanfaatkan lahan seadanya karena untuk menanam tomat, cabai, seledri dan lainnya bisa menggunakan polibag maupun pot.

“Di perkotaan itu sudah banyak masyarakat sudah mulai sadar. Minimal tomat, cabai dan seledri ini sudah banyak ditanam warga. Cabai sendiri selalu memberikan andil komoditas dalam inflasi bulanan. Makanya, kita dorong masyarakat untuk mulai bercocok tanam minimal depan rumahnya ada pohon cabai,” terangnya.

Menurut dia, Kementan telah bersiap menghadapi datangnya fenomena El Nino dan menyiapkan berbagai hal sebagai langkah antisipasi, seperti adanya penyiapan lahan pertanian penyangga kurang lebih 500 ribu hektare di berbagai daerah.

Ia mengatakan bahwa selain menyiapkan lahan pertanian penyangga guna mengurangi dampak atas adanya potensi cuaca ekstrem tersebut, pihaknya akan melakukan penyesuaian varietas tanaman pangan yang lebih tahan kekeringan dan organisme pengganggu tumbuhan, untuk mencegah adanya gagal panen.

“Saat ini kami berkonsentrasi untuk melakukan penyesuaian varietas tanaman yang tahan kekeringan seperti padi varietas genjah yang akan di kembangkan,” ucapnya.***

Pos terkait