Iran Tegas Tolak Campur Tangan Prancis di Selat Hormuz

Iran Tegas Tolak Campur Tangan Prancis di Selat Hormuz

Fajarasia.id – Pemerintah Iran menolak proposal yang didukung Prancis untuk melakukan pembersihan ranjau di Selat Hormuz. Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional, Kazem Gharibabadi, menegaskan operasi tersebut akan sepenuhnya dilakukan oleh Iran sesuai nota kesepahaman Islamabad.

“Keterlibatan asing tidak akan diizinkan. Kami menyarankan Prancis untuk tidak memperumit situasi dengan provokasinya,” ujar Gharibabadi melalui platform X, Selasa (30/6/2026).

Penolakan ini muncul setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan kerja sama dengan Oman untuk mengamankan jalur pelayaran bebas di selat tersebut. Macron menyampaikan rencana itu usai bertemu Sultan Oman Haitham bin Tariq di Paris.

Iran menegaskan pengelolaan navigasi dan operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz tetap berada di bawah koordinasi Teheran sebagai negara pantai. Ketetapan ini diatur dalam Pasal 5 MoU Islamabad yang ditandatangani 18 Juni lalu bersama Washington.

Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dan gas dunia, masih menjadi pusat ketegangan regional sejak pecahnya konflik antara AS, Israel, dan Iran pada Februari 2026. Situasi sensitif ini membuat Iran menolak keras campur tangan pihak luar dalam pengelolaan keamanan maritim.****

 

Pos terkait