China Gebuk Industri Strategis Jepang di Tengah Ketegangan Taiwan

China Gebuk Industri Strategis Jepang di Tengah Ketegangan Taiwan

Fajarasia.id – Pemerintah China kembali memperluas pembatasan ekspor terhadap puluhan perusahaan dan lembaga riset strategis Jepang. Langkah ini diumumkan Kementerian Perdagangan China pada Senin (29/6/2026) sebagai respons atas sikap Tokyo yang dinilai mempercepat “militerisme gaya baru”.

Dalam kebijakan terbaru, Beijing memasukkan 20 entitas ke daftar kontrol ekspor, termasuk Institut Nasional Studi Pertahanan Jepang serta beberapa unit milik Mitsubishi Electric dan Mitsubishi Heavy Industries. Selain itu, 20 entitas lain masuk daftar pengawasan ekspor dengan perizinan lebih ketat, di antaranya Terra Drone Corporation dan produsen bahan bakar nuklir.

China menegaskan ekspor yang berpotensi memperkuat kemampuan militer Jepang tidak akan disetujui. Kebijakan ini melanjutkan kampanye pembatasan sejak awal 2026, termasuk larangan ekspor logam tanah jarang dan mineral kritis.

Tekanan Beijing meningkat setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan serangan hipotetis China ke Taiwan dapat memicu respons militer Tokyo. Pernyataan itu memicu kecaman keras dari Beijing dan memperburuk hubungan kedua negara.

Dampak pasar pun langsung terasa. Saham Mitsubishi Electric turun 1,4%, Howa Machinery terkoreksi 4,6%, sementara Mitsubishi Heavy Industries justru menguat 4,9% dan Terra Drone naik 1,7%. Ekonom Daiwa Institute of Research memperkirakan penghentian impor logam tanah jarang dari China selama setahun dapat memangkas PDB riil Jepang sekitar 1,3% atau setara 7 triliun yen.****

 

Pos terkait