Fajarasia.id – KH Ali Yafie lahir pada 1 September 1926, dan meninggal dunia pada hari inim Sabtu (25/2/2023). Almarhum adalah ulama fiqh dan mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia
Sebelum meninggal, diketahui Kiai Ali Yafie sempat mendapat perawatan di RS Premier Bintaro, Kota Tangerang Selatan, Banten. Selama dirawat, beberapa tokoh pun menjenguk langsung ke RS Premier Bintaro untuk mengetahui langsung kondisi Kiai Ali Yafie.
Dilansir dari Wikipedia, KH ALi Yafie merupakan tokoh Nahdlatul Ulama (NU), dan pernah menjabat sebagai pejabat sementara Rais Aam (1991-1992). Saat ini, ia masih aktif sebagai pengasuh Pondok Pesantren Darud Da’wah wal Irsyad, Pare-Pare, Sulawesi Selatan, yang didirikannya tahun 1947, serta sebagai anggota dewan penasehat untuk Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).
Dirinya merukan ahli ilmu fiqih yang dikenal luas. Kiai Ali Yafie pun pernah mengabdikan diri sebagai hakim di Pengadilan Agama Ujung Pandang pada 1959 hingga 1962, kemudian inspektorat Pengadilan Agama Indonesia Timur (1962-1965).
Sejak 1965 hingga 1971, Kiai Ali menjadi Dekan di fakultas Ushuluddin IAIN Ujung Pandang, dan aktif di NU tingkat provinsi.
Pada muktamar NU 1971 di Surabaya, KH Ali Yafie pun terpilih menjadi Rais Syuriyah, dan setelah pemilu diangkat menjadi anggota DPR. Kemudian ia tetap menjadi anggota DPR sampai 1987, ketika Djaelani Naro, tidak lagi memasukkannya dalam daftar calon.
Sejak itu, Ali Yafie mengajar di berbagai lembaga pendidikan tinggi Islam di Jakarta, dan semakin aktif di Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pada Muktamar NU di Semarang 1979 dan Situbondo 1984, ia terpilih kembali sehagai Rais, dan di Muktamar Krapyak 1989 sebagai wakil Rais Aam.
Karena Kiai Achmad Siddiq meninggal dunia pada 1991, maka sebagai Wakil Rais Aam ia kemudian bertindak menjalankan tugas, tanggung jawab, hak dan wewenang sebagai pejabat sementara Rais Aam.****





