IMF dan Bank Dunia Bahas Strategi Rekonstruksi Gaza Pascakonflik

IMF dan Bank Dunia Bahas Strategi Rekonstruksi Gaza Pascakonflik

Fajarasia.id  — Lembaga keuangan global, termasuk Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia, tengah merumuskan rencana besar untuk membangun kembali Gaza yang porak-poranda akibat konflik berkepanjangan. Dalam pertemuan tingkat tinggi Komite Pembangunan, para pejabat menyatakan komitmen kuat untuk mendukung proses rekonstruksi wilayah Palestina tersebut.

Bank Dunia bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) saat ini sedang menyusun estimasi biaya terbaru yang diperkirakan mencapai 70 miliar dolar AS atau sekitar Rp1,1 kuadriliun. Dana ini akan digunakan untuk mendanai proyek-proyek pemulihan infrastruktur dan layanan dasar di Gaza.

Pertemuan yang berlangsung pada Kamis (16/10) juga dihadiri oleh Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Ngozi Okonjo-Iweala, yang menyambut baik tercapainya gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Ia menyampaikan bahwa penghentian kekerasan dan pemulangan sandera menjadi titik awal penting menuju stabilitas.

“Warga Palestina kini mulai menerima bantuan pangan dan memiliki harapan untuk masa depan yang lebih damai,” ujar Okonjo-Iweala.

Meski gencatan senjata telah diberlakukan, tantangan logistik masih membayangi. Jalan rusak dan akses yang terbatas ke wilayah utara Gaza menyulitkan distribusi bantuan. Data dari Program Pangan Dunia (WFP) menunjukkan bahwa rata-rata 560 ton makanan berhasil dikirim setiap hari, namun jumlah tersebut masih belum mencukupi kebutuhan penduduk.

Pejabat Bank Dunia menegaskan kesiapan mereka untuk bekerja sama dengan komunitas lokal dalam proses rekonstruksi. Fokus utama adalah memulihkan kehidupan warga secara bertahap, meski prosesnya diperkirakan akan berlangsung lama.

Sementara itu, Administrator Sementara UNDP, Haoliang Xu, menyampaikan bahwa kondisi di lapangan belum sepenuhnya mendukung dimulainya rekonstruksi. Ia mengungkapkan bahwa lebih dari 61 juta ton puing harus dibersihkan, dan proses pemulihan baru bisa dimulai setelah seluruh sandera dibebaskan serta jenazah korban dikembalikan.

“Kami sedang merancang konferensi internasional untuk membahas rekonstruksi Gaza, namun waktu pelaksanaannya masih dalam tahap perencanaan,” kata Xu.

Upaya ini mencerminkan solidaritas global dalam membantu Gaza bangkit dari krisis kemanusiaan, sekaligus menjadi momentum penting untuk membangun perdamaian dan keberlanjutan di kawasan tersebut.****

Pos terkait