Fajarasia.co – Di tengah penurunan harga pangan, harga beras, tahu dan tempe justru merangkak naik di bulan Oktober 2022. Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, beras mengalami inflasi 1,13 persen dibandingkan bulan September 2022.
“Harga beras mengalami kenaikan dari Rp 11.720 /kilogram menjadi Rp 11.850/kilogram. Sehingga beras mengalami inflasi 1,13 persen pada Oktober 2022,” kata Deputi Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dalam keterangannya, Rabu (2/11/2022).
Kenaikan harga beras dipicu oleh kenaikan harga gabah di tingkat petani. Laporan BPS menunjukkan, harga gabah di tingkat petani pada bulan Oktober meningkat 4,13 persen dibanding bulan sebelumnya.
“Maka harga beras di tingkat penggilingan juga naik 1,86 persen. Harga beras di tingkat grosir naik 1,62 persen dan harga beras di tingkat eceran naik 1,23 persen,” ujar Setianto.
Sedangkan harga tempe yang pada bulan September Rp12.421/kg, pada bulan Oktober naik menjadi Rp12.667/kg. Harga tahu bulan September Rp11.330/kg, bulan Oktober naik menjadi Rp11.438/kg.
“Kenaikan harga tahu dan tempe disebabkan karena harga kedelai di pasar dunia terus mengalami kenaikan sejak Januari 2022. Harga kedelai yang semula USD606 per ton di bulan Januari, sampai September harganya sudah mencapai USD664,” kata Setianto.
Komoditas pangan yang pada bulan Oktober 2022 mengalami penurunan harga antara lain, harga cabai merah dancabai rawit. Harga telur ayam ras, daging ayam ras, minyak goreng, tomat dan bawang merah juga turun di bulan Oktober.
“Penurunan harga inilah yang memberikan kontribusi deflasi di bulan Oktober 2022 yang besarnya -0,11 persen. Inflasi pangan menurun dari 9 persen di September, menurun menjadi 7 persen di bulan Oktober 2022,” ucap Setianto mengakhiri penjelasannya.****





