Fajarasia.id — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat sebanyak 1.952.683 peserta didik telah mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA) pada hari pertama pelaksanaan. Ujian berlangsung tertib dan lancar di berbagai wilayah Indonesia, meski sempat diwarnai kendala teknis di sejumlah titik.
Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan, Toni Toharudin, menyampaikan bahwa jumlah peserta tersebut mencakup 97,9 persen dari total pendaftar. Sisanya, sekitar 2,1 persen belum dapat mengikuti ujian karena gangguan teknis yang terjadi di beberapa daerah.
“Kami bersyukur pelaksanaan TKA hari pertama berjalan dengan baik. Berdasarkan data yang kami terima, jumlah peserta mencapai hampir dua juta,” ujar Toni dalam Taklimat Media di Jakarta, Senin (3/11/2025).
Dari total peserta, sebanyak 1.583.762 siswa mengikuti ujian secara daring, sementara 368.918 lainnya menggunakan moda semi-daring. Ujian daring dilaksanakan di 22.172 sekolah, sedangkan moda semi-daring tersebar di 4.530 sekolah.
Toni menilai capaian ini mencerminkan kesiapan satuan pendidikan di seluruh Indonesia dalam melaksanakan asesmen nasional berbasis teknologi. Ia menegaskan bahwa Kemendikdasmen terus berupaya menjaga kelancaran pelaksanaan meski menghadapi tantangan teknis.
“Ini menunjukkan komitmen kuat dari seluruh pihak untuk memastikan asesmen berjalan sesuai rencana,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan, Rahmawati, menjelaskan bahwa posko pemantauan telah aktif sejak malam sebelum ujian dimulai. Posko tersebut beroperasi penuh selama pelaksanaan berlangsung, menyesuaikan dengan zona waktu masing-masing wilayah.
“Tim kami sudah siaga sejak malam. Di wilayah Indonesia timur, pemantauan bahkan dimulai sejak pukul 5 pagi,” ujar Rahmawati.
Ia menambahkan bahwa evaluasi dilakukan secara berkala setiap sesi untuk memastikan pelaksanaan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Informasi lengkap mengenai jumlah peserta dan rincian per jenjang pendidikan dapat diakses melalui laman resmi .
Pelaksanaan TKA ini merupakan bagian dari upaya Kemendikdasmen dalam memperkuat sistem evaluasi pendidikan nasional yang berbasis data dan teknologi, sekaligus mendorong pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.****




