Hajj Pilgrims Asked to Beware of Increased Body Temperature

Hajj Pilgrims Asked to Beware of Increased Body Temperature
Sejumlah calon jemaah haji berlatih melakukan tawaf saat mengikuti pembinaan dan simulasi tata cara praktek manasik haji di Islamic Center, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (11/5/2022). Menjelang musim haji, sejumlah calon haji dibekali pemahaman dan kegiatan praktek tentang tata cara ketertiban dalam pelaksanaan ibadah haji sebelum diberangkatkan ke tanah suci. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/foc.

Fajarasia.co – The Ministry of Health (Kemenkes) asked prospective pilgrims for Hajj 1443 Hijri/2022 to be aware of heatstroke when performing the pilgrimage.

Heatstroke is a condition when the body experiences a drastic increase in temperature, reaching 41 degrees Celsius or more.

“Don’t let them not realize that they have entered the heat exhausted stage. They must recognize the symptoms of heat exhaustion. Such as dizziness, nausea, especially during outdoor activities,” said the Head of the Indonesian Hajj Health Office (KKHI) Mecca Muhammad Imran, in a press release received on Monday (30/5/2022).

According to Imran, there are conditions before people are declared to have heatstroke.

The first condition is heat exhausted. This condition is characterized by headaches, excessive sweating, skin that looks pale, moist, and feels cold, rapid breathing, nausea, and muscle aches.

The condition is more severe, said Imran, when people experience heatstroke or heat stroke, the body cannot control body temperature.

That’s because there is an increase in body temperature quickly to reach 41 degrees Celsius in a period of 10-15 minutes, and the body can no longer sweat.

Imran also revealed, Heatstroke or heat stroke can also aggravate the condition of people who are sick and cause death.

“For this reason, prevention efforts must be intensively carried out, for officers starting from education on how to spray water, how to dissolve it and the right time to drink electrolyte fluids. As for the congregation, always equip themselves with PPE and don’t wait to be thirsty to drink,” he said.

Cara mencegah Heat Stroke

Koordinator Promosi Kesehatan PPIH Bidang Kesehatan Edi Supriyatna mengatakan, salah satu cara mencegah terkena Heatstroke adalah dengan asupan mineral yang cukup.

“Kunci Dehidrasi adalah mineral loss, jadi harus minum air yang dicampur elektrolit, jangan tunggu haus” ujar Edi

Fungsi elektrolit di sini, kata Edi, bukan sebagai obat diare. Melainkan sebagai pengganti mineral yang hilang selama menjalankan aktivitas di tengah cuaca yang sangat terik dan minim kelembaban.

Konsumsi elektrolit dapat dilakukan setelah jemaah haji melakukan aktifitas di luar hotel, dengan mencampurkan 1 sachet oralit dengan 600 ml air.

Selain itu, jemaah juga diminta untuk minum air 5-6 botol sehari dengan takaran 600 ml air setiap botolnya.

Lebih lanjut, Edi menyampaikan, para jemaah haji diminta menghindari pajanan sinar matahari langsung dengan lengkapi diri dengan Alat Pelindung Diri (APD). Salah satunya dengan menggunakan topi dengan bibir (pinggiran) yang lebar, sehingga kepala bisa terhindar dari sengatan langsung.

Selain itu, jemaah juga diminta untuk sering menyemprot bagian tubuh yang terpapar pajanan matahari langsung, terutama muka dan tangan. Jemaah juga diminta untuk menggunakan pakaian yang longgar dan mudah menyerap keringat, serta selalu menggunakan alas kaki saat bepergian.****

Pos terkait