Fajarasia.id – Anggota Komisi IV DPR RI, Muhammad Habibur Rochman, mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi risiko kerusakan beras seiring kapasitas gudang Bulog yang hampir mencapai batas maksimal. Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI bersama Menteri Pertanian dan Perum Bulog di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Habibur menekankan bahwa keberhasilan pengadaan beras nasional harus diikuti tata kelola penyimpanan dan distribusi yang baik agar kualitas beras tetap terjaga. Hingga 18 Mei 2026, realisasi pengadaan gabah dan beras nasional telah mencapai 2,8 juta ton atau 70,2 persen dari target, sementara kapasitas gudang Bulog sudah terisi 86 persen dari total 6,21 juta ton.
Ia menyoroti bahwa ruang penyimpanan yang tersisa hanya sekitar 839 ribu ton, sehingga pemerintah perlu waspada agar beras tidak rusak atau menurun mutunya. Selain itu, ia juga menekankan perlunya percepatan distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), yang baru terealisasi 28,11 persen dari target.
“Capaian besar ini jangan hanya menjadi angka fantastis, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya hingga ke dapur rumah tangga masyarakat,” tegasnya.***





