Fajarasia.id – Ketua Bidang Ekonomi DPP Golkar Mukhamad Misbakhun menilai sikap politik penyeimbang yang diambil PDI Perjuangan tidak konsisten dan terkesan ambigu. Ia menyebut praktik “politik dua kaki” tidak elegan dalam demokrasi.
“Kritik itu penting agar pemerintah mendengar aspirasi masyarakat. Namun, kritik harus disampaikan dengan penuh tanggung jawab, bukan dengan cara yang membuat keadaan makin panas,” ujar Misbakhun, Minggu (21/6).
Misbakhun menegaskan, partai politik sebaiknya menunjukkan posisi jelas, apakah berada di dalam atau di luar pemerintahan. Menurutnya, tidak elok jika partai ikut menikmati apresiasi atas kebijakan populer, tetapi buru-buru mengambil jarak saat pemerintah menghadapi kebijakan sulit.
Ia juga menyoroti kritik PDIP yang dinilai belum substantif dan solutif, meski partai tersebut memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan. “Kritik semestinya lebih matang, proporsional, dan menghadirkan solusi,” katanya.
Meski demikian, Misbakhun mendorong seluruh parpol mengedepankan politik kerja bersama. “Tugas elite politik ialah memberi keteladanan, menghadirkan solusi, dan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan politik sesaat,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo menegaskan partainya resmi berada di luar pemerintahan sebagai penyeimbang. Ia menekankan PDIP tetap mendukung kebijakan yang berpihak kepada rakyat, sekaligus mengkritisi kebijakan yang dianggap tidak tepat.***





