Fajarasia.id – Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Azis Subekti, menegaskan kemenangan Presiden Prabowo Subianto pada Pilpres 2024 bukanlah keberuntungan sesaat, melainkan hasil strategi politik jangka panjang yang dibangun bersama Partai Gerindra selama 18 tahun.
“Gerindra lahir pada 2008 bukan dari kelapangan kekuasaan, tetapi dari rasa belum selesai terhadap arah republik. Sejak awal, Gerindra memilih jalur yang tidak selalu nyaman, organisasi lebih dulu, euforia belakangan,” ujar Azis, Minggu (8/2/2026).
Ia menekankan, kekalahan Prabowo dalam Pilpres 2009, 2014, dan 2019 menjadi ujian konsistensi partai sekaligus momentum refleksi. Keputusan Gerindra masuk pemerintahan setelah 2019 disebut sebagai langkah sadar untuk mengubah strategi tanpa kehilangan prinsip.
Menurut Azis, perjalanan panjang itu mengubah citra Prabowo dari figur perlawanan menjadi sosok yang bekerja dalam sistem dan berbicara dengan bahasa stabilitas. “Kemenangan Pilpres 2024 adalah akumulasi dari proses panjang yang dijalani secara konsisten,” tegasnya.
Azis juga mengingatkan agar kemenangan tidak membuat partai kehilangan arah. Ia menilai pengalaman Gerindra menyimpan pelajaran penting bagi demokrasi Indonesia: “Dalam politik yang sering gaduh dan serba cepat, yang paling bertahan bukan mereka yang paling keras, melainkan mereka yang paling tekun mengelola waktu.”
Sebelumnya, elite Gerindra merayakan HUT ke-18 partai secara sederhana di kediaman Prabowo Subianto, mengangkat tema “Kompak Bergerak Berdampak”.





