Fajarasia.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah melakukan pelacakan kontak terhadap puluhan penumpang penerbangan dari Pulau Saint Helena menuju Johannesburg, Afrika Selatan, setelah seorang penumpang kapal pesiar meninggal akibat hantavirus.
Dalam pernyataan resmi, WHO menyebut pelacakan dimulai terhadap 82 penumpang dan enam awak pesawat Airlink yang terbang pada 25 April lalu. Salah satu penumpang yang menjadi perhatian adalah seorang wanita asal Belanda, istri korban meninggal di kapal pesiar. Kondisinya memburuk saat penerbangan dan kemudian dinyatakan positif hantavirus setelah tiba di Johannesburg.
Otoritas kesehatan Afrika Selatan segera bergerak cepat. Pemerintah meminta maskapai menghubungi seluruh penumpang agar segera melapor ke departemen kesehatan setempat. WHO juga mengungkap indikasi penularan antar penumpang di kapal pesiar yang masih terdampar di lepas pantai Tanjung Verde.
Selain korban asal Belanda, seorang penumpang asal Jerman juga dilaporkan meninggal dunia. Hingga kini, tercatat tujuh kasus hantavirus yang telah dikonfirmasi maupun masih dalam tahap dugaan.
Wabah ini menimbulkan kekhawatiran global karena hantavirus dikenal sebagai penyakit langka dengan tingkat kematian tinggi, sehingga WHO menekankan pentingnya deteksi dini dan penanganan cepat untuk mencegah penyebaran lebih luas.****





