Fajarasia.co – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak pemimpin negara G20 dan lembaga internasional mengunjungi Taman Hutan Raya (Tahura), Bali. Di sana, Presiden dan para pemimpin G20 melakukan kegiatan penanaman pohon mangrove bersama serta berkeliling di Tahura.
Menurut Presiden Jokowi, kegiatan tersebut merupakan wujud konkret yang dilakukan Indonesia terhadap perubahan iklim. Melalui kegiatan ini, Presiden Jokowi mengajak negara-negara G20 untuk ikut serta dalam pembangunan ekonomi hijau yang inklusif.
“Saya sampaikan Indonesia mengajak negara anggota G20 untuk berkolaborasi, bekerja sama dalam sebuah aksi nyata untuk pembangunan hijau,” katanya. Presiden juga menjelaskan, Tahura Ngurah Rai merupakan sebuah contoh kesuksesan restorasi ekosistem mangrove yang dilakukan pemerintah Indonesia.
Kawasan seluas 1.300 hektare tersebut sebelumnya merupakan area tambak ikan yang terabrasi. Namun kini sudah berhasil berubah menjadi rumah bagi 33 spesies mangrove dan 300 fauna.
“Sebagai negara pemilik hutan mangrove yang terluas di dunia yaitu 3,3 juta hektar hutan mangrove kita. Indonesia ingin berkontribusi kepada perubahan iklim, terhadap perubahan iklim,” ujarnya.
Para pemimpin G20 pun mengapresiasi apa yang telah dilakukan Indonesia dalam transisi energi hijau dan mengatasi perubahan iklim. Presiden menyebut, Indonesia akan menambah hutan mangrove serupa di 33 lokasi pada tahun 2023 mendatang.
“Saya kira itu yang menginspirasi para pemimpin hal-hal yang konkret yang dilakukan. Baik dalam transisi energi hijau maupun dalam ekonomi hijau terhadap perubahan iklim,” ucap Presiden.***





