Fajarasia.id – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Baktiar Najamudin, mengajak generasi muda Indonesia untuk aktif berpartisipasi dalam dunia politik dengan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan menjaga integritas pribadi, khususnya di era digital yang serba terbuka.
Ajakan tersebut disampaikan Sultan saat berbicara dalam Forum Pemuda Parlemen 2025 yang digelar di Kompleks MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Sabtu (25/10/2025). Dalam forum tersebut, Sultan menekankan pentingnya etika, wawasan kebangsaan, dan kapasitas intelektual sebagai bekal utama bagi pemuda yang ingin berkiprah di ranah politik.
“Di era digital, menjaga reputasi pribadi menjadi bagian penting dari integritas. Pemuda harus cerdas, berbudaya, dan beretika dalam berpolitik,” ujar Sultan.
Demokrasi Bertransformasi Lewat Partisipasi Pemuda
Mengangkat tema “Pemuda Berkontribusi, Demokrasi Bertransformasi”, Sultan menyampaikan bahwa transformasi demokrasi tidak akan tercapai tanpa keterlibatan aktif generasi muda yang berakar pada nilai-nilai budaya bangsa.
“Demokrasi yang sehat membutuhkan kekuatan moral, dan itu ada pada budaya kita. Pemuda adalah kekuatan sosial yang mampu mendorong perubahan,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa pemuda yang berpikir kritis, inovatif, dan peduli terhadap masa depan bangsa harus tetap berpijak pada kearifan lokal dan nilai-nilai budaya daerah.
Green Democracy dan Peran Pemuda
Sebagai penggagas konsep “Green Democracy”, Sultan mengajak peserta forum untuk membangun demokrasi yang inklusif dan berkelanjutan. Ia menyebutkan bahwa demokrasi yang ideal adalah yang berpihak pada pertumbuhan, masyarakat miskin, generasi muda, dan kelestarian lingkungan.
“Demokrasi hijau adalah demokrasi yang pro-growth, pro-poor, pro-youth, dan pro-ecology. Ini lahir dari pengalaman kami sebagai aktivis pemuda dan menjadi semangat kami di DPD RI,” paparnya.
Sultan, yang pertama kali terpilih sebagai anggota DPD RI di usia 27 tahun, juga menekankan pentingnya kaderisasi dan penguatan gerakan sosial pemuda sebagai bagian dari pembangunan nasional.
“Kekuatan sosial pemuda harus ditampung dan diarahkan agar menjadi mitra strategis dalam pembangunan,” tutupnya.
Forum Pemuda Parlemen 2025 menjadi wadah refleksi dan diskusi bagi generasi muda untuk memahami peran mereka dalam membentuk masa depan politik Indonesia yang beretika, berbudaya, dan berkelanjutan.***





