Fajarasia.id — Pemerhati sepak bola nasional, Nil Maizar, mengimbau Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk tidak terburu-buru dalam menentukan pelatih baru tim nasional Indonesia. Pernyataan ini disampaikan menyusul berakhirnya masa kerja Patrick Kluivert sebagai pelatih kepala skuad Garuda.
Nil menekankan pentingnya proses seleksi yang matang dan melibatkan jajaran Komite Eksekutif (Exco) PSSI.
“Penunjukan pelatih timnas harus melalui pertimbangan yang komprehensif. Idealnya, pelatih baru memiliki rekam jejak melatih tim nasional negara lain dan memahami karakteristik sepak bola Indonesia,” ujar mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut saat di mintai tanggapannya soal Masa depan Timnas pada Minggu (19/10/2025)
Kriteria Pelatih dan Harapan Jangka Panjang
Nil menilai bahwa pengalaman internasional menjadi nilai tambah bagi calon pelatih. Namun, ia juga menekankan bahwa pemahaman terhadap gaya bermain dan kultur sepak bola lokal tak kalah penting.
“Para pemain kita punya kualitas yang luar biasa. Maka pelatihnya pun harus bisa menyatu dengan karakter permainan Indonesia,” tambahnya.
Ia juga menanggapi spekulasi kembalinya Shin Tae-yong (STY) ke kursi pelatih timnas. Menurutnya, hal itu masih sebatas kemungkinan dan perlu dikaji lebih lanjut.
“Bisa saja seperti cinta lama bersemi kembali, tapi belum tentu STY bersedia. Semua harus dikomunikasikan dengan baik,” katanya.
Nil menyarankan agar PSSI menyusun kriteria yang jelas dalam proses seleksi pelatih, termasuk mempertimbangkan rumor yang beredar terkait kandidat dari Belanda.
“Ini bukan keputusan jangka pendek. Pelatih yang dipilih nanti akan diproyeksikan untuk membawa Indonesia ke Piala Dunia 2030,” tegasnya.
Akhir Masa Tugas Kluivert dan Evaluasi Timnas
PSSI secara resmi mengakhiri kerja sama dengan Patrick Kluivert melalui mekanisme pemutusan kontrak secara mutual. Kluivert, yang dibantu oleh Alex Pastoor dan Denny Landzaat, gagal membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 setelah kalah 0-1 dari Irak dalam laga kualifikasi di Jeddah, Arab Saudi.
“Kesepakatan ini ditandatangani oleh PSSI dan tim kepelatihan yang sebelumnya terikat kontrak dua tahun,” tulis pernyataan resmi PSSI, Kamis lalu.
Nil berharap proses seleksi pelatih baru dilakukan dengan cermat agar tim nasional Indonesia dapat melangkah lebih jauh di kompetisi internasional mendatang.****




